Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Panjang Tahun Baru, Dari Bintang Sirius hingga Kalender Gregorian

📅 Rabu, 31 Des 2025, 05:05 WIB | Oleh:

Salah satu ritual Akitu yang paling menarik adalah penghinaan simbolis terhadap raja Babilonia. Dalam tradisi ini, raja dibawa ke hadapan patung Marduk, dilucuti dari atribut kerajaan, ditampar, dan telinganya ditarik. Jika raja menangis, hal itu dianggap sebagai pertanda bahwa Marduk berkenan dan kekuasaannya diperpanjang secara simbolis.

Tahun Baru Romawi

Tahun Baru Romawi pada awalnya juga bertepatan dengan ekuinoks musim semi. Kalender Romawi kuno terdiri dari 10 bulan dan 304 hari, dengan tahun baru dimulai pada bulan Maret. Menurut tradisi, kalender ini diciptakan oleh Romulus, pendiri Roma, pada abad ke-8 sebelum Masehi.

Namun seiring waktu, kalender tersebut semakin tidak selaras dengan pergerakan matahari. Pada tahun 46 sebelum Masehi, Kaisar Julius Caesar melakukan reformasi kalender dengan bantuan para astronom dan matematikawan terkemuka. Hasilnya adalah kalender Julian, kalender berbasis matahari yang menjadi cikal bakal kalender Gregorian modern.

Sebagai bagian dari reformasi tersebut, Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama tahun. Penetapan ini berkaitan dengan Janus, dewa Romawi yang melambangkan perubahan dan permulaan, yang digambarkan memiliki dua wajah—satu menghadap masa lalu dan satu menghadap masa depan.

Bangsa Romawi merayakan Tahun Baru dengan mempersembahkan kurban kepada Janus, menghias rumah dengan ranting laurel, serta menghadiri pesta. Mereka juga bertukar ucapan selamat dan hadiah sederhana seperti buah ara dan madu sebagai simbol harapan baik untuk 12 bulan ke depan.

Di Eropa Abad Pertengahan, perayaan Tahun Baru pada 1 Januari dianggap bercorak pagan dan kurang mencerminkan nilai-nilai Kristen. Pada tahun 567 Masehi, Konsili Tours menghapus 1 Januari sebagai awal tahun dan menggantinya dengan tanggal-tanggal keagamaan penting, seperti 25 Desember atau 25 Maret, yang dikenal sebagai Hari Raya Kabar Gembira.

Hari Raya Kabar Gembira memperingati peristiwa ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kepada Maria bahwa ia akan mengandung Yesus. Tanggal ini ditetapkan sembilan bulan sebelum 25 Desember, sesuai dengan masa kehamilan manusia.

Tanggal 1 Januari sendiri kemudian diberi makna Kristen sebagai Hari Raya Sunat, yang memperingati hari kedelapan kehidupan Yesus menurut tradisi Yahudi, meski tanggal kelahiran Yesus masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Kembali ke 1 Januari

Pada tahun 1582, setelah diberlakukannya kalender Gregorian, Paus Gregorius XIII secara resmi menetapkan kembali 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru. Negara-negara Katolik mengadopsi kalender ini relatif cepat, sementara negara-negara Protestan dan Ortodoks Timur melakukannya secara bertahap.

Inggris, misalnya, baru mengadopsi kalender Gregorian pada tahun 1752. Sebelum itu, Kekaisaran Inggris dan koloni-koloninya, termasuk di Amerika masih merayakan Tahun Baru pada bulan Maret. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Tak Mau Ketinggalan, Warga ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.