Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Riset NASA ke Indonesia, Celluma Dorong Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi

25 Minggu, 06 Sep 2026, 20:57 WIB | Oleh:
Dari Riset NASA ke Indonesia, Celluma Dorong Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi Dari Riset NASA ke Indonesia, Celluma Dorong Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi Doc: Redo Marketing Indonesia
Ket. (Dari kiri ke kanan) dr. M. Akbar Wedyadhana, dr. Feilicia Henrica, dan dr. Ruri Diah Pamela dalam konferensi pers peluncuran Celluma di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Celluma hadir di Indonesia membawa teknologi fotobiomodulasi berbasis LED serta membentuk Advisory Board untuk mendorong penerapan terapi yang aman, ilmiah, dan relevan.

JAKARTA – Teknologi fotobiomodulasi (photobiomodulation/PBM) yang dikembangkan dari riset biostimulasi cahaya untuk kebutuhan NASA diperkenalkan di Indonesia melalui peluncuran perangkat Celluma di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Perangkat terapi cahaya berbasis LED ini dipasarkan oleh PT Redo Marketing Indonesia.

Berbeda dari peluncuran produk pada umumnya, kehadiran Celluma di Indonesia ditandai dengan pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board. Forum yang beranggotakan tiga dokter spesialis dermatologi dan venereologi estetika tersebut dibentuk untuk menjembatani perkembangan teknologi fotobiomodulasi dengan kebutuhan klinis serta karakteristik kulit masyarakat Indonesia.

Anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E., FINSDV, mengatakan pendekatan terhadap teknologi fotobiomodulasi perlu dilakukan dengan memahami mekanisme biologis pada tingkat sel.

"Kami tidak berhenti pada pertanyaan what the device does on the skin. Lebih jauh, kami ingin memahami what happens inside the cell—bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores, dan bagaimana interaksi tersebut diterjemahkan menjadi respons biologis," katanya dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Menurut Feilicia, pemahaman terhadap mekanisme tersebut menjadi titik temu antara sains, teknologi, dan praktik klinis. Dengan demikian, fotobiomodulasi tidak hanya dipandang sebagai tren dalam industri kecantikan, melainkan teknologi yang penggunaannya didukung pemahaman mekanisme dan bukti ilmiah.

"Di sinilah science, technology, dan clinical practice bertemu. Sebuah jembatan yang membawa Photobiomodulation (PBM) dari sekadar tren menjadi terapi yang dipahami mekanismenya, didukung oleh scientific evidence, dan diterapkan secara profesional dalam praktik klinis," ujarnya.

Pendekatan Perawatan Kulit Bergeser

Kepala Departemen Dermatologi RSPNN sekaligus anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, mengatakan pemahaman mengenai kulit sehat kini mulai bergeser dari sekadar melihat kondisi permukaan kulit menuju proses biologis di tingkat sel.

"Selama bertahun-tahun, perawatan kulit berfokus pada apa yang terlihat di permukaan. Kini, sains membawa kita jauh lebih dalam: ke tingkat sel, tempat proses penuaan dan peremajaan kulit sesungguhnya bermula," katanya.

Ruri juga melihat tren longevity yang berkembang secara global sebagai pendekatan untuk mempertahankan kesehatan dan fungsi kulit jangka panjang, bukan sekadar menyamarkan tanda-tanda penuaan. Menurutnya, istilah glow pada kulit juga perlu dipahami secara lebih luas—tidak hanya berkaitan dengan kilau di permukaan, melainkan upaya menjaga kesehatan sel kulit.

"Yang ingin saya sampaikan lewat forum ini: kulit yang sehat selalu dimulai dari dalam, dari unit terkecilnya. Kita membutuhkan bukti ilmiah, pendekatan yang berpijak pada ilmu dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Ruri.

Ia berharap kehadiran forum tersebut dapat mendorong penerapan teknologi perawatan kulit yang lebih rasional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Diklaim Memiliki Rekam Jejak Klinis

National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia, Vanda Wulandari, mengatakan Celluma hadir di Indonesia dengan membawa pengalaman penggunaan teknologi fotobiomodulasi selama bertahun-tahun. Menurut Vanda, Celluma telah memiliki sekitar 15 tahun data klinis, FDA Clearance, serta Medical CE Mark. Perangkat ini telah dipasarkan di hampir 100 negara dengan lebih dari 35.000 unit yang digunakan secara global.

"Celluma datang bukan tanpa bukti dan bukan tanpa perjalanan panjang. Lima belas tahun data klinis, FDA Clearance, Medical CE Mark. Celluma hadir di hampir 100 negara," ujar Vanda.

Ia mengatakan PT Redo Marketing Indonesia melihat kehadiran Celluma bukan hanya sebagai peluang bisnis, melainkan tanggung jawab untuk memperkenalkan teknologi ber-rekam jejak internasional kepada masyarakat Indonesia. Vanda berharap teknologi fotobiomodulasi dapat semakin dikenal dan digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
Ekonomi
Di WCCE 2026, Kementerian E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.