Thailand Tolak Pertemuan dengan Kamboja di Negara Netral
📅 Rabu, 24 Des 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
BANGKOK - Thailand pada Selasa (23/12) menolak permintaan Kamboja untuk mengadakan pembicaraan bilateral di negara netral, sehingga pertemuan yang direncanakan untuk menegosiasikan pengakhiran bentrokan di perbatasan yang mematikan menjadi diragukan.
Konflik perbatasan yang telah berlangsung lama antara kedua negara kembali berkobar bulan ini, menghancurkan gencatan senjata sebelumnya, menewaskan lebih dari 40 orang dan menyebabkan lebih dari 900.000 orang mengungsi di kedua belah pihak, kata para pejabat.
Kedua negara tetangga yang berselisih itu pada Senin (22/12) sepakat untuk merundingkan syarat-syarat gencatan senjata pekan ini, tetapi Kamboja meminta Thailand untuk mengadakan pembicaraan di tempat netral yaitu di ibu kota Malaysia.
Namun, Kementerian Pertahanan Thailand pada Selasa mengatakan bahwa pertemuan komite perbatasan bilateral akan tetap berlangsung di Provinsi Chanthaburi, Thailand, mulai Rabu sesuai rencana.
"Kami menjamin Chanthaburi aman. Provinsi ini adalah rencana awal untuk menjadi tuan rumah GBC (Komite Perbatasan Umum) bahkan sebelum pertempuran dimulai," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, kepada wartawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Surasant mengatakan bahwa para pejabat dari komite perbatasan akan bertemu dari Rabu (24/12) hingga Sabtu (27/12), dan menambahkan bahwa apakah pertemuan itu akan terjadi atau tidak bergantung pada Kamboja.
Seorang juru bicara pemerintah Kamboja mengatakan kepada AFP bahwa ia tidak memiliki informasi terbaru mengenai lokasi pertemuan tersebut.
Konflik tersebut berakar dari sengketa teritorial terkait penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer pada era kolonial dan sejumlah reruntuhan candi kuno yang terletak di perbatasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masing-masing pihak saling menyalahkan karena memicu pertempuran baru sejak 7 Desember dan saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil, setelah bentrokan selama lima hari pada Juli yang menewaskan puluhan orang.
Tanggapan Phnom Penh
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, pada Senin mengumumkan perundingan dengan Kamboja setelah pertemuan krisis di Kuala Lumpur dengan para mitranya dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean), di mana Kamboja juga merupakan anggotanya.
Namun dalam suratnya kepada Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, meminta agar pertemuan tersebut diadakan di Kuala Lumpur karena alasan keamanan.
"Karena pertempuran yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan, pertemuan ini harus diadakan di tempat yang aman dan netral," tulis Tea Seiha pada Selasa.
Menteri Pertahanan Thailand mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan komite perbatasan terakhir diadakan di Provinsi Koh Kong, Kamboja, jadi sekarang giliran Thailand untuk menjadi tuan rumah, menambahkan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan karena Thailand dapat memisahkan urusan militer dan diplomatik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!