Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Arktik Menghangat, Es Abadi Mulai Menghilang

📅 Rabu, 17 Des 2025, 19:36 WIB | Oleh:
Arktik Menghangat, Es Abadi Mulai Menghilang Doc: David Nikel
Ket. Gletser Briksdal di Norwegia.

LOS ANGELES - Suhu udara permukaan di seluruh Arktik dari Oktober 2024 hingga September 2025 menunjukkan suhu terhangat yang pernah tercatat sejak 1900, demikian menurut sebuah laporan tahunan yang dirilis pada Selasa (16/12) oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) Amerika Serikat.

Musim gugur 2024 dan musim dingin 2025 mencatatkan cuaca yang lebih hangat di seluruh Arktik, masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua terhangat dalam catatan sejarah, ungkap laporan tahunan Arctic Report Card.

Laporan tahun ini menyoroti wilayah yang menghangat jauh lebih cepat daripada bagian lainnya di Bumi, mendokumentasikan transformasi besar yang sedang berlangsung. Transformasi tersebut meliputi atlantifikasi (atlantification), yang mengalirkan air lebih hangat dan lebih asin ke arah utara, ekspansi spesies boreal ke arah utara ke ekosistem Arktik, dan sungai yang "berkarat" karena lapisan tanah beku abadi (permafrost) mencair dan membawa serta kandungan besi dan logam lainnya, papar NOAA.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 10 tahun terakhir merupakan periode 10 tahun terpanas yang pernah tercatat di Arktik. Sejak 2006, suhu tahunan Arktik telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari laju kenaikan suhu global.

Curah hujan di seluruh Arktik dari Oktober 2024 hingga September 2025 juga mencapai rekor tertinggi. Total curah hujan musiman untuk musim dingin, musim semi, dan musim gugur termasuk ke dalam lima tertinggi sejak 1950.

Pada Maret 2025, es laut Arktik pada musim dingin mencapai luas maksimum tahunan paling rendah dalam catatan satelit selama 47 tahun, lanjut laporan tersebut.

Pengamatan terbaru juga menunjukkan hilangnya gletser dan es dalam jumlah besar di seluruh Arktik, Greenland, dan Alaska, yang mencerminkan kondisi ekstrem regional maupun tren penurunan jangka panjang.

Menurut NOAA, pencairan gletser yang terus berlanjut berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global yang berlangsung terus-menerus, mengancam pasokan air di komunitas Arktik, meningkatkan risiko banjir yang destruktif, dan memperparah bahaya tanah longsor dan tsunami yang membahayakan manusia, infrastruktur, serta garis pantai. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    saya percaya bapak panglima bisa menjaga keamanan negara ...
    pakk,, tolong dijaga keamananya ya,, kami rakyat kecil ...
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Suriah Akhirnya Jatuhkan Hu...
Advertisement
gaia musik festival
Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik di Ancol

Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik di Ancol

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.