Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulteng Dorong UMKM Masuk Industri Modern lewat Business Matching Pabeta 2025

📅 Minggu, 07 Des 2025, 13:30 WIB | Oleh:
Pemprov Sulteng Dorong UMKM Masuk Industri Modern lewat Business Matching Pabeta 2025 Doc: antara foto
Ket. Kegiatan Business Matching Pabeta 2025 di Provinsi Sulteng.

PALU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk ke rantai pasok industri modern melalui kegiatan Business Matching Pabeta 2025.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina di Palu, Minggu (7/12), menyampaikan bahwa meski perekonomian daerah menunjukkan pertumbuhan yang impresif, struktur ekonomi Sulteng masih menghadapi ketimpangan.

“Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) kita, sedangkan UMKM masih belum menikmati rantai nilai industri tersebut,” katanya.

Karena itu, kata dia, kegiatan Business Matching (temu bisnis) merupakan momentum penting untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM sekaligus membuka peluang bagi produk lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan UMKM mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok industri modern.

“Ini adalah kesempatan besar bagi UMKM kita untuk naik kelas. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu bersaing dan masuk dalam rantai pasok industri modern,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa terdapat 25 UMKM yang telah berhasil memasuki tahapan pendampingan intensif melalui Inkubator Bisnis Pabeta dan dinilai siap menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, sejumlah UMKM juga dipromosikan dan mulai dijajaki oleh mitra usaha dari Jawa Timur, yang menurutnya menjadi bukti bahwa pelaku usaha lokal memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Ini kebanggaan kita semua serta menjadi contoh bagi UMKM lain bahwa kita bisa berkembang dan mampu memasuki pasar nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan keberhasilan ekspor durian Sulawesi Tengah ke Tiongkok sebagai salah satu indikasi bahwa komoditas daerah memiliki peluang besar menembus pasar global dan dapat menjadi inspirasi bagi UMKM.

Selain pendampingan usaha, pemerintah memberikan penguatan kapasitas melalui pembekalan keterampilan teknis seperti public speaking dan penyusunan analisis bisnis.

Ia mengatakan hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan mitra usaha serta memberikan gambaran yang jelas terkait keberlanjutan dan potensi keuntungan suatu bisnis.

Ia mengharapkan Business Matching Pabeta dapat memperkuat ekosistem UMKM di Sulawesi Tengah sehingga semakin mampu bersaing, berkembang, dan menjadi pilar penguatan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulteng Sisliandy Ponulele mengatakan kegiatan ini bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi merupakan mekanisme strategis untuk memperkuat struktur ekonomi pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.