Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana
📅 Jumat, 05 Des 2025, 06:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu, tim juga telah menggunakan K-9 (anjing pelacak) untuk mempercepat proses menemukan korban yang masih hilang. Jadi pada saat korban sudah tertimbun lumpur, di situ yang membutuhkan usaha ekstra.
Bagaimana Anda melihat tantangan pada bencana Sumatera ini?
Karakter bencana kali ini jauh lebih kompleks. Banjir besar yang disertai banjir lumpur serta longsor membuat proses evakuasi membutuhkan personel dan waktu lebih banyak dibandingkan operasi SAR pada bencana lain.
Pada saat kita penanganan operasi bencana banjir, kemudian diikuti banjir bandang lumpur serta longsor, yang pertama dibutuhkan jumlah personel SAR yang lebih dari normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim SAR yang bertugas di wilayah terisolasi harus menyusuri area tanpa bisa memprediksi medan di depan. Dalam kondisi tersebut, personel tidak dapat bekerja dengan sistem pergantian yang ideal seperti pada operasi runtuhan bangunan.
Selain itu, akses darat yang terputus menjadi hambatan signifikan. Kondisi ini membuat tim sangat bergantung pada dukungan sarana udara serta logistik yang harus dikirim melalui jalur alternatif. Hal ini berdampak pada durasi operasi yang menjadi lebih panjang serta kebutuhan biaya yang meningkat.
Untuk memperkuat operasi, Basarnas telah mengerahkan tambahan personel dan armada dari berbagai kantor SAR yang tidak terdampak bencana. Penguatan dikirim dari Tanjung Pinang, Pontianak, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, hingga Semarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa hari ini kalau teman-teman memonitor bahwa Badan SAR Nasional mengerahkan perkuatan. Ada beberapa kapal, mulai dari kekuatan yang ada di kantor-kantor SAR yang tidak terdampak, mereka akan kita kirim mendekat.
Selain itu, kapal SAR dari Batam juga dikerahkan, termasuk Kapal Ganesha dari Jakarta yang dijadwalkan bergerak besok pagi membawa tambahan logistik, personel, serta peralatan SAR perorangan.
Sampai kapan pencarian korban?
Operasi SAR secara standar berjalan tujuh hari. Namun batas itu bukan berarti operasi langsung dihentikan. Tapi tujuh hari ini akan dievaluasi, dan pada saat situasi masih memungkinkan untuk dilaksanakan operasi lanjutan.
Operasi akan dihentikan pada saat diyakini bahwa korban sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilaksanakan operasi pencarian.
Apakah Basarnas tidak alami keterbatasan sarana dan prasarana?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!