Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Karbon Biru dari Lamun Kaltim Berpotensi Hasilkan Rp5,78 Miliar

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Karbon Biru dari Lamun Kaltim Berpotensi Hasilkan Rp5,78 Miliar Doc: Brida Kaltim
Ket. Kepala Brida Kaltim Fitriansyah (dua dari kiri) bersama tim, saat memantau perkembangan pembibitan lamun di Balikpapan, akhir Agustus 2026.

SAMARINDA - Karbon biru dari padang lamun pada lokasi penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur (Brida Kaltim) di sejumlah wilayah berpotensi menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp5,78 miliar dari perdagangan karbon.

"Nilai itu didapat dari simpanan 1.157,51 ton karbon di lokasi penelitian jika dikonversi dengan harga perdagangan karbon yang kini mencapai Rp5 juta per ton," ujar Koordinator Tim Periset Karbon Biru dari Yekhali Auliansyah di Samarinda, Jumat.

Ia menyebut bahwa nilai ekonomi karbon yang tersimpan di lamun sejauh ini belum sepenuhnya dihitung dan dimanfaatkan secara optimal.

Riset bertajuk "Restorasi Lamun sebagai Upaya Peningkatan Carbon Storage di Provinsi Kaltim" dilakukan secara berkesinambungan sejak 2024 hingga 2026, dilakukan kerja sama antara Brida Kaltim, Yekhali, dan Universitas Mulawarman. 

Hasilnya menunjukkan stok karbon pada sedimen di salah satu lokasi mencapai 383,78 ton karbon per hektare, jauh lebih besar dibandingkan yang tersimpan di bagian tanaman.

Pulau Miang Kecil di Kabupaten Kutai Timur mencatat simpanan karbon sedimen tertinggi sebesar 383,78 ton karbon per hektare ( C per ha), disusul wilayah Kutai Kartanegara 381,13 ton C per ha. Sementara stok karbon pada tegakan tanaman tertinggi tercatat di Pulau Malahing sebesar 4,19 ton C per ha dan Pulau Miang Kecil 2,18 ton C per ha.

“Temuan ini menegaskan peran sedimen sebagai gudang karbon utama ekosistem lamun,” kata Auliansyah menjelaskan.

Di Bontang, tepatnya di perairan Malahing dengan luas padang lamun 802 hektare, tim memperkirakan simpanan karbon mencapai 209 ton dengan estimasi nilai ekonomi hingga Rp17 juta per ton karbon per hektare.

Secara keseluruhan, Kaltim memiliki 7.225,6 hektare padang lamun yang tersebar di Berau, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan, khususnya pada lokasi yang dilakukan penelitian.

Kekayaan hayatinya pun luar biasa, dari 13 jenis lamun yang ada di Indonesia, 10 jenis ditemukan di perairan Kaltim, antara lain Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halophila ovalis.

"Kami berharap potensi besar ini dapat dikelola secara berkelanjutan, sehingga nilai ekonomi karbon biru mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir sekaligus menjaga ekosistem tetap lestari," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.