Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bogor Libatkan Warga Normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg Parung

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Pemkab Bogor Libatkan Warga Normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg Parung Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Masyarakat terlibat normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor melibatkan warga Desa Cogreg, Kecamatan Parung, dalam aksi gotong royong normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg pada titik-titik yang tidak dapat dijangkau oleh alat berat. 

Camat Parung Adhi Nugraha di Parung, Sabtu, mengatakan warga bergotong royong membersihkan lumpur dan sampah secara manual di sejumlah titik jembatan yang berada di atas saluran tersebut.

“Di beberapa titik jembatan, normalisasi dilakukan secara manual bersama masyarakat. Pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas drainase juga ikut membersihkan lumpur dan sampah,” kata Adhi, Sabtu (3/10).

Ia menjelaskan terdapat 10 titik jembatan di atas saluran irigasi di wilayah Desa Cogreg. Dari jumlah tersebut, empat titik telah selesai dinormalisasi secara gotong royong oleh warga, sedangkan satu titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat diperlukan karena tidak seluruh bagian saluran dapat ditangani menggunakan alat berat.

“Gotong royong masyarakat sangat membantu, terutama pada titik-titik yang tidak bisa dijangkau alat berat,” ujarnya.

Sementara itu, normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg menggunakan dua alat berat telah berlangsung selama 21 hari.

Pengerjaan dari titik nol di depan Sekolah Muhammadiyah menuju arah Desa Cogreg hingga Masjid Al Barkah di samping pintu masuk KURI telah mencapai sekitar 1,72 kilometer.

Capaian tersebut setara sekitar 86 persen dari total dua kilometer saluran yang menjadi fokus normalisasi di wilayah Desa Cogreg.

Adhi berharap keterlibatan masyarakat berlanjut setelah normalisasi selesai, terutama dalam menjaga saluran agar tidak kembali dipenuhi sampah dan lumpur.

“Setelah dinormalisasi, tentu perlu dijaga bersama. Jangan sampai saluran kembali dipenuhi sampah dan lumpur,” kata Adhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.