Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana
📅 Jumat, 05 Des 2025, 06:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara di Sumatera Utara, beban kerja meningkat karena banyaknya desa terisolasi yang hanya dapat dijangkau dengan helikopter, sehingga tim harus melakukan evakuasi udara berkali-kali dalam sehari.
Keselamatan penyelamat/rescuer tetap menjadi prioritas utama, dan rotasi tim mulai dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas operasi dan menghindari kecelakaan.
Dukungan berbagai pihak terus mengalir agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan optimal hingga seluruh korban ditemukan.
Pusat Pengendalian Operasi Basarnas mencatat total 33.620 warga terdampak. Dari jumlah tersebut hingga hari ini sebanyak 33.173 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan operasi yang sama di Provinsi Aceh, Basarnas mengevakuasi 1.146 warga, dan sebanyak 165 personel Basarnas diterjunkan untuk memperkuat Kantor SAR Banda Aceh.
Wilayah Sumatera Utara mencatat kondisi darurat paling luas, dengan 3.029 warga terdampak. Basarnas mengerahkan helikopter, kapal, drone, perahu karet, dan 121 personel untuk mendukung operasi.
Di Sumatera Barat, 29.445 warga terdampak. Operasi difokuskan pada desa-desa terisolasi serta lokasi longsor besar yang menyulitkan akses tim penyelamat menuju titik pencarian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kayu gelondongan itu apakah tidak menghambat pencarian korban?
Gelondongan kayu yang terbawa banjir di Sumatera tak akan menghambat Tim SAR dalam melakukan pencarian korban.Kalau dari proses pencarian, saya rasa tidak. Karena operasi SAR yang kita lakukan ini sebenarnya dalam rangka mencari di mana posisi korban.
Tantangan utama dalam operasi pencarian korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, adalah kondisi lapangan yang sangat berat akibat endapan lumpur tebal.
Ketika korban telah tertimbun lumpur yang mulai mengering, upaya evakuasi membutuhkan tenaga dan peralatan tambahan.
Operasi SAR yang kita lakukan ini sebenarnya dalam rangka mencari di mana posisi korban. Justru yang menjadi permasalahan adalah ketebalan lumpur pada saat mengering.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Basarnas mengerahkan personel dari kantor SAR terdekat serta melibatkan berbagai unsur potensi SAR di wilayah terdampak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!