Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Melonjak, Investor Mulai Tinggalkan Emerging Market

25 Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Melonjak, Investor Mulai Tinggalkan Emerging Market Harga Minyak Melonjak, Investor Mulai Tinggalkan Emerging Market Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Melonjaknya harga minyak mentah global telah kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, khususnya di Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang membuat investor cenderung lebih defensif.

“Kondisi tersebut menekan risk appetite (selera risiko) terhadap emerging market, termasuk Indonesia,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/9).

Di tengah sentimen global tersebut, Elandry mengatakan investor asing juga mencermati stabilitas kurs Rupiah, pertumbuhan ekonomi domestik, kinerja emiten, serta perkembangan terkait evaluasi indeks global seperti MSCI.

“Jadi foreign sell bukan semata-mata mencerminkan fundamental Indonesia, tetapi juga bagian dari penyesuaian asset allocation global,” ujar Elandry.

Net sell yang masih terjadi sampai saat ini, menurut Elandry menunjukkan bahwa investor asing masih cukup selektif terhadap pasar saham Indonesia.

Sepanjang tahun, secara kumulatif investor asing masih mencatatkan net sell cukup besar yaitu sekitar Rp98,2 triliun hingga periode 11 September 2026.

Meskipun investor asing sempat net buy pada Agustus dan awal September 2026, namun kembali mencatatkan net sell sekitar Rp3,36 triliun pada 7 sampai 11 September 2026.

“Jadi sebenarnya minat asing belum sepenuhnya hilang, tetapi capital flow masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global,” ujar Elandry.

Untuk sisa tahun 2026, Elandry melihat foreign flow (aliran dana asing) masih berpotensi fluktuatif dan belum tentu langsung berbalik menjadi inflow secara konsisten.

Dalam jangka pendek, Ia menilai volatilitas kemungkinan masih tinggi karena pasar akan terus merespon arah suku bunga global, harga minyak, serta geopolitik dan pergerakan dolar AS.

Namun demikian, menurutnya, apabila tekanan eksternal mereda dan stabilitas domestik tetap terjaga, peluang asing melakukan akumulasi kembali terbuka, terutama pada saham-saham big caps yang likuid dan memiliki fundamental kuat.

“Jadi fase berikutnya kemungkinan lebih berupa selective inflow terlebih dahulu sebelum berkembang menjadi capital inflow yang lebih luas,” ujar Elandry.

Elandry menjelaskan, dana investor asing berpeluang kembali lebih konsisten masuk ke pasar saham Indonesia, apabila ketidakpastian global mulai mereda, terutama ketika harga minyak stabil, tekanan inflasi menurun, serta arah kebijakan The Fed menjadi lebih jelas.

Dari dalam negeri, Ia menilai penguatan Rupiah, fundamental ekonomi yang terjaga, pertumbuhan laba emiten serta valuasi saham-saham big caps yang menarik dapat menjadi katalis.

"Kita sebenarnya sudah sempat melihat asing kembali melakukan net buy pada Agustus 2026. Artinya, ketika market sentiment membaik, Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor global,” ujar Elandry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.