Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana
📅 Jumat, 05 Des 2025, 06:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBila melihat luas cakupan wilayah jumlah personel kita sangat kurang. Jadi kekuatan tersebut selain personel Basarnas yang diperkuat kantor SAR dari berbagai daerah, juga mesti melibatkan unsur potensi SAR, serta dukungan TNI-Polri dan relawan.
Di Provinsi Aceh, total personel yang terlibat mencapai 389 orang, terdiri atas 165 personel Basarnas dan 224 potensi SAR. Mereka bertugas menangani banjir dan longsor di wilayah yang aksesnya masih terputus, termasuk Aceh Utara, Bireuen, Pidie, dan kawasan pegunungan tengah.
Untuk Sumatera Utara, kekuatan yang dikerahkan jauh lebih besar. Operasi dipimpin Kantor SAR Medan dengan dukungan 121 personel Basarnas, yang diperkuat oleh 5.378 potensi SAR dari berbagai unsur.
Adapun total kekuatan SAR mencapai 5.500 personel, menjadikannya operasi terbesar di antara ketiga provinsi tersebut, mengingat luasnya cakupan kerusakan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, hingga Humbang Hasundutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara di Sumatera Barat, Kantor SAR Padang mengerahkan 128 personel dibantu tambahan kekuatan dari kapal dan helikopter Basarnas.
Dengan begitu total personel gabungan dalam operasi SAR mencapai sekitar lebih dari 150 orang yang difokuskan pada penanganan longsor dan banjir bandang di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan kota/kabupaten lainnya.
Sementara untuk kelengkapan peralatan SAR yang dikerahkan terdiri atas tiga unit helikopter, 10 unit drone thermal, tiga kapal laut, 61 perahu karet, 26 truk, 29 unit mobil dobel gardan, 34 unit motor trail. Masing-masing dari Basarnas Pusat di Jakarta, Kantor SAR Aceh, Medan, Nias, Padang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Mentawai dan Palembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekuatan tersebut masih dapat bertambah, karena Basarnas terus mengirim dukungan dari sejumlah kantor SAR sekitar, termasuk pengerahan kapal, helikopter, dan peralatan pendukung untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi.
Seperti apa kondisi di lapangan?
Tim SAR bekerja 24 jam nonstop dalam situasi medan berat, komunikasi terputus, dan cuaca ekstrem, sehingga membutuhkan stamina ekstra.
Kondisi tersebut terjadi setelah tim SAR yang ditempatkan di titik-titik terisolasi harus berjalan kaki berjam-jam menyusuri medan licin dan terjal tanpa kontak radio memadai, sehingga tekanan fisik dan mental cukup tinggi.
Beberapa personel, sudah bertugas lebih dari 72 jam tanpa jeda ketika banjir bandang dan longsor terjadi secara bersamaan, terutama di Agam dan Tapanuli Selatan.
Basarnas kemudian menambah pasukan cadangan dari menggunakan KN Ganesha dari Jakarta dan Kantor SAR Pekanbaru untuk menggantikan personel yang sudah kelelahan di Aceh dan Sumatera Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!