Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana

24 Jumat, 05 Des 2025, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana Basarnas: Bekerja 24 Jam Nonstop di Garda Terdepan Bencana Doc: Koran Jakarta/m fachri

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii

Tantangan utama dalam operasi pencarian korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera, terkait kondisi lapangan yang sangat berat akibat endapan lumpur tebal. Sebagai garda terdepan dalam bencana alam, Tim SAR bekerja 24 jam nonstop agar operasi kemanusiaan berjalan optimal hingga seluruh korban ditemukan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau biasa dikenal sebagai Basarnas menjadi garda terdepan dalam setiap bencana alam di Tanah Air.

Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR) itu bekerja 24 jam nonstop dalam situasi medan berat, transportasi jalur darat terputus, komunikasi terputus, aliran listrik mati, dan cuaca ekstrem. Kondisi itu mengharuskan dan membutuhkan stamina ekstra.

Kondisi tersebut terjadi setelah tim SAR yang ditempatkan di titik-titik terisolasi harus berjalan kaki berjam-jam menyusuri medan licin dan terjal tanpa kontak radio memadai, sehingga tekanan fisik dan mental cukup tinggi.

Hal itu tecermin dalam penanganan bencana alam longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Aceh. Tim telah bekerja sejak operasi SAR dimulai pada 25 November lalu. Untuk mengetahui bagaimana kondisi terkini bencana alam di Pulau Sumatera yang telah merengkut ratusan jiwa, ratusan orang hilang, dan ratusan ribu mengungsi tersebut, Wartawan Koran Jakarta Erik W merangkum paparan dari Kepala Basarnas Mohammad Syafii terkait langkah-langkah penanganan bencana yang menjadi terbesar di tahun 2025 dalam sejumlah kesempatan. Berikut petikannya.

Apakah masih ada daerah yang terisolir akibat bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat?

Bagi Badan SAR Nasional, tidak ada kata-kata daerah terisolasi karena kita bisa menjangkau entah itu dengan pesawat maupun kita dengan sarana laut.

Yang terputus adalah transportasi darat, biasanya seperti itu daerah terisolasi. Sehingga kadang-kadang daerah terisolasi itu sarana darat tidak masuk, kemudian listrik padam, kemudian jaringan komunikasi terputus.

Sudah tidak ada daerah terisolasi lagi akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Daerah terisolasi sebenarnya saat ini sudah terbuka. Kalau misalkan ada, berarti kan ada laporan. Saat ini sudah tidak ada laporan tentang itu.

Apa yang berhasil dilakukan Basarnas saat bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar?

Basarnas mencatat 33.173 jiwa korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi dalam rangkaian operasi yang dilakukan petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan otoritas pemerintah daerah.

Keberhasilan evakuasi selamat ini tidak lepas dari peran potensi SAR yang mencapai lebih dari 5.000 personel di Sumatera Utara dan ratusan di Aceh serta Sumatera Barat sejak operasi SAR dimulai 25 November.

Untuk di Aceh, total korban lebih dari seribu orang, termasuk evakuasi dari titik terpencil seperti Kecamatan Mane, Geumpang (Kabupaten Pidie) dan Seulimeum (Kabupaten Aceh Besar) yang dilakukan melalui jalur darat, sungai, dan udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.