Kasus Suap Mahasiswa Unsoed Melebar? Komisi III Desak KPK Telusuri Kampus Lain
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan suap penerimaan mahasiswa di kampus lain menyusul penyidikan dugaan korupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan penyidikan perkara di Unsoed seharusnya tidak berhenti pada satu kampus apabila KPK menemukan indikasi praktik serupa di perguruan tinggi lainnya.
“Saya harap KPK juga berani menelusuri jika ada dugaan praktik serupa di kampus-kampus lain. Pendidikan harus bersih dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dan kembali pada sistem yang benar-benar berbasis merit,” kata dia.
Legislator bidang penegakan hukum itu mengaku miris dengan temuan KPK. Oleh karenanya, ia mendukung komisi antirasuah mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Dia menilai dugaan jual beli kursi mahasiswa baru tidak hanya merusak integritas perguruan tinggi, tetapi juga mencederai rasa keadilan bagi calon mahasiswa yang mengikuti proses seleksi secara jujur.
Menurut dia, praktik tersebut berpotensi merusak sistem penerimaan mahasiswa yang seharusnya didasarkan pada kemampuan dan prestasi, bukan uang maupun koneksi.
“Bagaimana kita mau menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berintegritas kalau sejak masuk saja sudah suap menyuap?” kata Sahroni.
Dia pun menegaskan praktik korupsi penerimaan mahasiswa harus diberantas.
“Kasihan adik-adik kita sudah belajar mati-matian dan berjuang secara jujur untuk masuk perguruan tinggi negeri impian mereka, jangan sampai kalah karena ada yang bermain uang dan koneksi. Itu sangat tidak adil dan bisa merusak moralitas generasi muda,” ujarnya.
KPK mengusut dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru di Unsoed dan telah menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka.
Dalam perkembangannya, KPK juga menggeledah ruang kerja Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie pada Kamis (10/9).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan penggeledahan dilakukan karena penyidik menduga Agus mengetahui adanya rekomendasi agar calon mahasiswa yang telah menyerahkan sejumlah uang diterima sebagai mahasiswa baru di Unsoed.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!