Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Suap Mahasiswa Unsoed Melebar? Komisi III Desak KPK Telusuri Kampus Lain

27 Selasa, 15 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh:
Kasus Suap Mahasiswa Unsoed Melebar? Komisi III Desak KPK Telusuri Kampus Lain Kasus Suap Mahasiswa Unsoed Melebar? Komisi III Desak KPK Telusuri Kampus Lain Doc: Antara foto/HO-Divisi Humas Polri
Ket. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan suap penerimaan mahasiswa di kampus lain menyusul penyidikan dugaan korupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan penyidikan perkara di Unsoed seharusnya tidak berhenti pada satu kampus apabila KPK menemukan indikasi praktik serupa di perguruan tinggi lainnya.

“Saya harap KPK juga berani menelusuri jika ada dugaan praktik serupa di kampus-kampus lain. Pendidikan harus bersih dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dan kembali pada sistem yang benar-benar berbasis merit,” kata dia.

Legislator bidang penegakan hukum itu mengaku miris dengan temuan KPK. Oleh karenanya, ia mendukung komisi antirasuah mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.

Dia menilai dugaan jual beli kursi mahasiswa baru tidak hanya merusak integritas perguruan tinggi, tetapi juga mencederai rasa keadilan bagi calon mahasiswa yang mengikuti proses seleksi secara jujur.

Menurut dia, praktik tersebut berpotensi merusak sistem penerimaan mahasiswa yang seharusnya didasarkan pada kemampuan dan prestasi, bukan uang maupun koneksi.

“Bagaimana kita mau menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berintegritas kalau sejak masuk saja sudah suap menyuap?” kata Sahroni.

Dia pun menegaskan praktik korupsi penerimaan mahasiswa harus diberantas.

“Kasihan adik-adik kita sudah belajar mati-matian dan berjuang secara jujur untuk masuk perguruan tinggi negeri impian mereka, jangan sampai kalah karena ada yang bermain uang dan koneksi. Itu sangat tidak adil dan bisa merusak moralitas generasi muda,” ujarnya.

KPK mengusut dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru di Unsoed dan telah menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka.

Dalam perkembangannya, KPK juga menggeledah ruang kerja Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie pada Kamis (10/9).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan penggeledahan dilakukan karena penyidik menduga Agus mengetahui adanya rekomendasi agar calon mahasiswa yang telah menyerahkan sejumlah uang diterima sebagai mahasiswa baru di Unsoed.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.