Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Perlu Bergantung Beras, Bupati Jayawijaya Minta Warga 328 Kampung Serbu Tanam Umbi

24 Minggu, 04 Okt 2026, 19:19 WIB | Oleh:
Tak Perlu Bergantung Beras, Bupati Jayawijaya Minta Warga 328 Kampung Serbu Tanam Umbi Tak Perlu Bergantung Beras, Bupati Jayawijaya Minta Warga 328 Kampung Serbu Tanam Umbi Doc: ANTARA/Yudhi Efendi.
Ket. Bupati Jayawijaya Atenius Murip memanen betatas di Kampung Taganek, Distrik Yalengga Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

WAMENA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong masyarakat di 328 kampung dan empat kelurahan untuk kembali membudidayakan tanaman pangan lokal seperti betatas, singkong, dan umbi-umbian. 

Bupati Jayawijaya Atenius Murip dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan kawasan di daerah itu sangat luas sehingga masyarakat harus dapat memanfaatkannya untuk menanam pangan lokal.

“Pangan lokal seperti betatas, singkong dan berbagai jenis umbi-umbian menjadi kekuatan kita dalam menjaga ketahanan daerah maupun nasional,” katanya, Minggu (4/10).

Menurut Atenius, dengan kembali menanam berbagai jenis umbi-umbian di lahannya maka tidak tergantung terhadap pangan nasional seperti beras.

“Makanan-makanan tradisional seperti betatas, singkong sangat baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena makanan rendah gula dan sehat bagi tubuh,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan masyarakat menanam umbi-umbian secara baik maka keterlambatan distribusi beras ke wilayah Jayawijaya Papua Pegunungan tidak akan mengganggu konsumsi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di 328 kampung untuk dapat kembali ke kampung, menanam umbi-imbian karena sebagai makanan pokok pengganti nasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” kata Atenius.

Dia menambahkan sejak dulu di kawasan Jayawijaya masyarakat menanam secara alami tidak pernah menggunakan pupuk apapun, sehingga kualitas hasil perkebunan dan pertanian sangat berbeda dengan daerah lainnya.

“Kami di wilayah Papua Pegunungan rata-rata dalam menanam sayuran, buah-buahan maupun umbi-umbian tidak pernah menggunakan pupuk, sehingga hasilnya sangat sehat, luar biasa dan rasanya pun alami serta menyegarkan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.