Kawasan Tanduk Afrika Makin Kritis, Kombinasi Perang Saudara dan Krisis Pangan Akut Mengintai
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 19:19 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Tony Karumba
JENEWA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Jumat (2/10) menyerukan kepada negara-negara di kawasan Tanduk Afrika untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
"PBB prihatin dengan meningkatnya ketegangan di antara negara-negara di Tanduk Afrika pada saat persatuan, dialog, dan kerja sama sangat dibutuhkan untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric.
"Sekjen menyerukan kepada semua negara untuk menahan diri, menghindari tindakan apa pun yang dapat memperburuk ketegangan, dan berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog," tutur Dujarric.
Guterres menyampaikan seruan tersebut di tengah konflik yang terjadi di wilayah Tigray, bagian paling utara Ethiopia, yang berdampak di tingkat regional.
Kawasan Tanduk Afrika, yang juga dikenal sebagai Semenanjung Somalia, merupakan semenanjung besar dan wilayah geopolitik yang terletak di bagian paling timur daratan Afrika.
Wilayah itu merupakan semenanjung terbesar keempat di dunia dan mencakup Somalia, Djibouti, Ethiopia, Eritrea, serta Somaliland, sebuah negara yang pengakuannya terbatas. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!