Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Sumbawa Barat Terus Lestarikan Tradisi Barapan Kebo sebagai Kekayaan Lokal

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:28 WIB | Oleh:
Pemkab Sumbawa Barat Terus Lestarikan Tradisi Barapan Kebo sebagai Kekayaan Lokal Doc: antara foto
Ket. Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat hadir dalam acara barapan kebo akbar di Sirkuit Bentiu Batu Aden di Sumbawa Barat, Minggu (23/11).

SUMBAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berkomitmen mendukung kegiatan barapan kebo (karapan kerbau) dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata di daerah setempat.

"Kami tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan barapan kebo sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat hadir dalam acara barapan kebo akbar di Sirkuit Bentiu Batu Aden di Sumbawa Barat, Minggu (23/11).

Ia mengatakan agenda ini rangkaian dari perkembangan positif setelah peresmian Sirkuit Bentiu yang dilaksanakan pada Oktober 2025.

"Pemanfaatan sirkuit tersebut terus menunjukkan peningkatan dan menjadi ruang aktivitas masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan event tradisi barapan kebo," katanya.

Ia mengatakan pada peringatan tahun ini, panitia menyediakan hadiah utama berupa tiga sepeda motor, dua skuter, satu ekor sapi, dan sejumlah hadiah tambahan lainnya.

Ia menyampaikan selamat kepada seluruh peserta dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan barapan kebo sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

"Mari sama-sama melestarikan budaya lokal ini untuk kemajuan pembangunan di Sumbawa Barat," katanya.

Ia mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama melepas jalannya barapan kebo akbar dalam rangka memperingati HUT Ke-22 Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Barapan kebo atau karapan kerbau merupakan permainan rakyat di Pulau Sumbawa. Barapan kebo sebagai tradisi masyarakat agraris Sumbawa, termasuk Sumbawa Barat, yang hingga kini masih tetap dilestarikan.

Tradisi ini digelar oleh masyarakat setiap menjelang musim tanam tiba. Konon, barapan kebo acara selamatan yang muncul dari tradisi bertani masyarakat “Tanah Samawa”.

Jenis tanah di Pulau Sumbawa umumnya berupa tanah liat, sehingga barapan kebo diselenggarakan dengan tujuan membantu petani membajak sawah agar tanah secara optimal dapat ditanami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

32 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.