Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melestarikan Tradisi Tumbilotohe dari Kampus

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 22:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Melestarikan Tradisi Tumbilotohe dari Kampus Doc: Antara
Ket. Dekan Fakultas Teknik Sardi Salim menyampaikan sambutannya pada Festival Tumbilotohe di kampus IV Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (17/3/2026).

Gorontalo - Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar tradisi Tumbilotohe sebagai upaya menjaga kelestarian budaya lokal yang telah dipertahankan mahasiswa selama dua dekade.

Dekan FT UNG Sardi Salim di Gorontalo, Selasa, mengatakan konsistensi penyelenggaraan tradisi malam pasang lampu ini, bentuk dedikasi mahasiswa sejak pertama kali dilaksanakan di kampus lama pada 2006.

Ia mengapresiasi seluruh mahasiswa yang tetap menjaga autentisitas perayaan dengan menggunakan lampu minyak tanah, meskipun saat ini dihadapkan pada tantangan tingginya harga bahan bakar dan sulitnya pasokan di pasar.

Ia menilai semangat mempertahankan nilai historis tersebut pencapaian luar biasa di tengah gempuran modernisasi alat penerangan listrik.

"Kami dari pimpinan fakultas tentunya menyambut dengan antusias, memberi apresiasi terhadap mahasiswa Fakultas Teknik yang terus mempertahankan tradisi budaya Gorontalo ini, Tumbilotohe. Walaupun harga BBM cukup tinggi dan minyak tanah agak sulit dicari, namun adik-adik mahasiswa terus berupaya mempertahankan tradisi," kata dia.

Ia mengapresiasi idealisme mahasiswa yang enggan mengganti sumber cahaya tradisional dengan lampu listrik demi menjaga marwah budaya asli Gorontalo.

Penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar utama Tumbilotohe merupakan identitas yang tidak bisa dipisahkan dari citra kebanggaan masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Bone Bolango.

"Jadi mereka juga tidak mau menggantinya dengan penerangan listrik. Tetap mempertahankan tradisi yang memang dari dahulu menjadi penerang di Gorontalo, yang sumbernya berasal dari minyak tanah. Nah, ini satu hal yang sangat baik tentunya kita apresiasi untuk bagaimana menjadi citra kebanggaan buat kita," katanya.

Sardi berharap, kegiatan yang dimediasi oleh mahasiswa ini dapat menjangkau perhatian lebih luas dari pemerintah daerah, terutama dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata.

Kehadiran perwakilan DPRD Bone Bolango dalam seremoni tersebut diharapkan menjadi langkah awal sinergi yang lebih kuat antara akademisi dan pemangku kebijakan dalam mempromosikan pariwisata berbasis budaya.

Perayaan ini diharapkan terus mengalami peningkatan kualitas di masa mendatang tanpa menanggalkan nilai-nilai luhur.

"Insyaallah kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan bisa menghasilkan satu terobosan tradisi yang mungkin lebih bagus lagi, yang akan kita pelihara secara berkesinambungan dari tahun ke tahun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.