BPBD DKI Sabet Emas Nasional! SIMBA Diakui sebagai Inovasi Geospasial Terbaik 2025
📅 Kamis, 20 Nov 2025, 11:10 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Bhumandala Award 2025 yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG), BPBD DKI Jakarta berhasil meraih Penghargaan Kanaka atau predikat emas untuk kategori Inovasi Informasi Geospasial.
Penghargaan prestisius ini diberikan atas inovasi Sistem Informasi Manajemen Bencana (SIMBA). Platform ini dikembangkan sebagai sistem data kebencanaan terintegrasi yang mampu memberikan informasi cepat, akurat, dan berbasis geospasial real-time.
SIMBA dirancang untuk mempermudah pendataan kejadian bencana di Jakarta dalam berbagai fase penanggulangan. Sistem ini mencakup fitur analisis risiko, pemantauan spasial, hingga dukungan pengambilan keputusan secara komprehensif.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta diwakili Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan, Mohamad Yohan, hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Momentum ini menjadi penanda penting bagi transformasi digital kebencanaan yang dilakukan BPBD dalam beberapa tahun terakhir.
"Penghargaan Kanaka ini menjadi pengakuan penting atas upaya BPBD dalam menghadirkan layanan informasi kebencanaan yang cepat, presisi, dan mudah diakses masyarakat. Melalui SIMBA, kami terus memperkuat early warning, respons cepat, serta koordinasi lintas sektor," ujar Mohamad Yohan.
Melalui SIMBA, BPBD DKI Jakarta menghadirkan data spasial kejadian bencana secara real-time yang dapat diakses lintas instansi. Data tersebut mencakup pendataan harian, jumlah terdampak, tingkat kerusakan, serta laporan lapangan yang terhubung dengan Command Center Jakarta Siaga 112.
Fitur pemantauan banjir dan genangan turut diperkuat melalui integrasi dengan dashboard Jakarta Satu. Integrasi ini memungkinkan data bencana dari kelurahan, kecamatan, hingga mitra lintas sektor dihimpun secara terpadu dalam satu platform.
Keunggulan SIMBA tidak hanya terletak pada kecepatan datanya, tetapi juga kecermatan visualisasi geospasialnya. Peta interaktif yang disediakan mampu membantu pemangku kepentingan dalam memutuskan langkah taktis dan strategis ketika bencana terjadi.
Capaian emas di Bhumandala Award 2025 ini menegaskan komitmen BPBD DKI Jakarta dalam memperkuat layanan kebencanaan berbasis teknologi modern. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses informasi publik dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Transformasi digital seperti SIMBA menjadi elemen penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota tangguh bencana. Inovasi ini dibangun melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, relawan, akademisi, serta masyarakat yang turut mendukung ekosistem penanggulangan bencana.
BPBD DKI Jakarta memastikan bahwa pengembangan sistem informasi kebencanaan akan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola kebencanaan yang lebih responsif dan berbasis data yang dapat dipercaya.
Penghargaan ini sekaligus menunjukkan bahwa Jakarta berada pada jalur yang tepat dalam memanfaatkan teknologi geospasial untuk mengurangi risiko bencana. SIMBA diharapkan dapat menjadi model pengembangan sistem informasi kebencanaan bagi kota-kota lain di Indonesia.
Dengan prestasi ini, BPBD DKI Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga kebencanaan daerah paling inovatif secara nasional. Keberhasilan ini menjadi dorongan bagi BPBD untuk terus menghasilkan terobosan baru dalam menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!