Khofifah Promosikan Produk Pangan 'Ready To Eat' untuk Kampung Haji di Arab Saudi
📅 Senin, 17 Nov 2025, 16:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPihaknya mengatakan, Kemenhaj ingin melibatkan peran UMKM dalam pelaksanaan haji dengan menjual produk produk yang bisa dibawa ke Tanah Suci sebagai oleh oleh.
Pertemuan dengan Gubernur Khofifah juga dimanfaatkan untuk mencoba makanan RTE dalam bentuk kemasan siap saji. Bahkan, sempat mencicipi berbagai produk RTE yang diproduksi di Pandaan Pasuruan.
"Rasanya cocok dengan lidah Indonesia tinggal kedepan kita memikirkan teknis masuk dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh," terangnya.
"Item item seperti makanan siap saji dan siap makan inilah yang dibutuhkan jemaah haji sehingga tetap memiliki ciri khas masakan Indonesia. Salah satu Ready to Eat yakni Nasi Goreng, Nasi Kare ayam, Nasi Gulai Ayam sampai Nasi Rendang," tutupnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kediri batal jadi embarkasi
Terkait pemberangkatan jamaah haji tahun depan, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur (Kadishub Jatim) Nyono menyatakan bahwa Bandar Udara Dhoho Kediri yang sedianya diharapkan menjadi alternatif embarkasi haji baru Jawa Timur urung digunakan.
Menurut Nyono, polemik yang terjadi akibat minimnya okupansi penumpang dan infrastruktur penunjang yang menyebabkan operasional bandara terhenti selama beberapa bulan menyebabkan lapangan terbanng yang mampu melayani pesawat Boeing 777 tersebut belum terdaftar di Kementrian Perhubungan sebagai embarkasi baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebetulnya Dhoho salah satu alternatif sebagai embarkasi haji. Namun terlambat sehingga belum masuk keputusan menteri karena polemik yang ada kemarin," terangnya.
Nyono menjelaskan, bandara Dhoho mempunyai panjang runway atau landas pacu 3.300 x 45 meter yang cukup untuk didarati semua jenis pesawat, termasuk Boeing 777, sementara Bandara Juanda Sidoarjo hanya bisa didarati pesawat Airbus yang kapasitas penumpangnya lebih kecil.
"Sebetulnya sayang, karena Juanda hanya bisa didarati Airbus 330 yang kapasitasnya 400 penumpang. Sementara Dhoho dengan triple seven bisa sampai 500 penumpang," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!