Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perempuan Wajib Tahu, Kanker Payudara Kerap Terlambat Terdeteksi, Segera Check Up Sebelum Menyesal!

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 14:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perempuan Wajib Tahu, Kanker Payudara Kerap Terlambat Terdeteksi, Segera Check Up Sebelum Menyesal! Doc: IST

JAKARTA - Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) menyampaikan kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi pada perempuan.

Menurut dia, breast cancer atau kanker payudara pada perempuan paling banyak dan paling cepat kasusnya lantaran belum ada vaksinnya.

“Kalau breast cancer itu memang tahu-tahu sudah gede, sudah stadium, padahal katanya benjolannya kecil-kecil aja,” kata dokter Gusti Ayu, di Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, Kamis.

Gusti Ayu menilai masih banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kanker payudara sudah memasuki stadium lanjut, salah satunya karena sebelumnya memilih menjalani pengobatan alternatif.

Saat dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan justru kerap ditemukan kondisi pasien yang sudah mengalami ukuran tumor umumnya sudah besar bahkan sebagian telah menjadi luka yang berbau.

Dalam hal ini, dokter lulusan Universitas Airlangga itu menekankan pentingnya deteksi dini agar kanker seperti kanker payudara terdeteksi pada stadium awal.

Menurut Gusti, jika penyakit terdiagnosis lebih cepat, operasinya juga tidak complicated, biaya pengobatan lebih rendah hingga kebutuhan akan terapi lanjutan dapat diminimalkan sesuai kondisi pasien.

“Ada baiknya kita lebih dini misalnya let's say mamografi kita kasih untuk program medical checkup, kemudian USG payudara itu misalnya untuk yang lebih muda lagi. Terus jadinya kita bisa tangkap yang stadium-stadium dini yang masih early,” ujar dokter yang berpraktik di RSUD Pasar Minggu itu.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu, dari 1.080.031 kasus pada tahun 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, seiring dengan kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan peningkatan ini menegaskan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang sangat signifikan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui Program JKN, pihaknya menjamin berbagai layanan kesehatan dapat diakses peserta perempuan di setiap fase kehidupan, di mana layanan tersebut juga meliputi deteksi dini kanker payudara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak

MU Benamkan Ipswich 5-2, Bruno Cetak Hattrick

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
MU Benamkan Ipswich 5-2, Br...

Gus Kikin Resmi Dipilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Gus Kikin Resmi Dipilih Jad...
Ekonomi
Jumlah pelaksanaan Gerakan ...
Nasional
Demo tatib pemilihan calon ...
Daerah
Kalimantan Utara Berjuang M...
Olahraga
Kejutan Ligue 1, Olympique ...
Daerah
Sembahyang arwah leluhur di...
Advertisement
Menjaga Tradisi, Menyapa Wisatawan: Pesona Ruwatan Anak Gimbal di Dieng

Menjaga Tradisi, Menyapa Wisatawan: Pesona Ruwatan Anak Gimbal di Dieng

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Anggota AHWA Hasil Muktamar NU ke-35
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.