Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Pemerintah Fokus Pacu Swasembada Pangan, Petani Banyuasin Justru Keluhkan Harga Gabah Anjlok Masuki Musim Panen

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Saat Pemerintah Fokus Pacu Swasembada Pangan, Petani Banyuasin Justru Keluhkan Harga Gabah Anjlok Masuki Musim Panen Doc: antara
Ket. Harga Gabah Anjlok

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan optimistis dengan hasil budi daya padi pada Musim Tanam (MT) I-2024/2025. Program Brigade Pangan yang didukung oleh bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah daerah (pemda) setempat diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi petani.

Sosialisasi dilakukan secara intensif, termasuk door-to-door, melibatkan penyuluh serta petugas dari Kementerian Pertanian. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi petani.

“Kami telah melakukan sosialisasi program ini kepada kelompok tani dan membagi wilayah pertanaman seluas 1.000 hektare menjadi empat unit BP untuk mempermudah pelaksanaan,” ujar Koordinator Penyuluh Kecamatan Suak Tapeh, Banyuasin, Ariyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/1).

Namun, Ariyanto juga mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi petani, terutama harga Gabah Kering Panen (GKP) yang jatuh di bawah harga pemerintah saat memasuki musim panen. “Harga gabah saat ini masih jauh dari memadai," keluhnya.

Kasi Kelembagaan Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin David Purwandi melaporkan bahwa harga gabah di wilayah tersebut hanya berkisar antara 5.300-5.800 rupiah per kilogram. Kondisi ini diperparah dengan topografi lahan yang rendah serta tanggul yang belum optimal, menyebabkan genangan air di sawah saat musim hujan.

Kepala Pusat Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Perkebunan, Kuntoro Boga Andri saat meninjau operasional Oplah dan Brigade Pangan di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh pada Kamis (9/1), sempatberdiskusi langsung dengan para petani di Lokasi BP Kecamatan Suak Tapeh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.