Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khofifah Promosikan Produk Pangan 'Ready To Eat' untuk Kampung Haji di Arab Saudi

📅 Senin, 17 Nov 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Khofifah Promosikan Produk Pangan 'Ready To Eat' untuk Kampung Haji di Arab Saudi Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Haji dan Umroh Irfan Yusuf menyampaikan pada Gubernur Khofifah Indar Parawansa bahwa Jatim mendapat kuota sebesar 7.000 jemaah dalam pelaksanaan Haji tahun 2026.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Kunjungan Kerja Menteri Haji dan Umroh M. Irfan Yusuf di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (16/11) malam. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah  dan Menteri Haji dan Umrah mendiskusikan peluang  Jatim untuk menyuplai kebutuhan permakanan untuk jemaah haji dan umroh di Arab Saudi. 

"Kami siap mensuplai produk makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE) sehingga bisa dikonsumsi jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci," ujarnya. 

Produk permakanan Ready To Eat, lanjut Gubernur Khofifah telah banyak di gunakan di Jatim yang di packaging dalam bentuk kemasan yang terjamin dan tersertifikasi halal yang biasa disiapkan saat terjadi bencana alam. 

Tak hanya menawarkan, dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah juga turut menyajikan sejumlah contoh produk makanan siap saji  beragam menu.

"Makanan dalam Ready To Eat (siap saji atau siap makan )  biasanya kami berikan dalam bentuk kaleng yang bisa segera di makan oleh para penyintas saat terjadi bencana alam," terangnya. 

Oleh karenanya, berbagai bentuk dan suplai makanan Ready To Eat dari Jatim diyakini akan mendukung seluruh aktifitas jemaah haji dalam pemenuhan makanan. 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah meminta Kementrian Haji dan Umroh memastikan produk makanan siap saji seperti apa saja yang bisa masuk Arab Saudi agar pelaku usaha Jatim segera bersiap.

Nantinya, Pemprov Jatim bersama para pengusaha industri halal akan segera menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan sehingga bisa dikirim ke Arab Saudi saat musim haji maupun umrah.

Gubernur Khofifah meyakini jika permakanan seperti Ready To Eat bisa dilaksanakan akan mendongkrak dan menggeliatkan sektor UMKM. 

"Kami berharap Kemenhaj dan Umroh bisa mendetailkan item item apa saja dibutuhkan. Saya yakin bisa menggerakkan sektor UMKM di Jatim," harapnya. 

Dalam kesempatan itu, Menteri Haji dan Umroh Irfan Yusuf mengatakan, maksud kunjungannya ke Jatim yakni menyampaikan progres pelaksanaan Haji tahun 2026 dimana Jatim mendapat kuota sebesar 7.000 jemaah.

"Allhamdulillah Jatim mendapatkan tambahan kuota haji," jelasnya. 

Menhaj menjelaskan, bahwa pihaknya melalui Dirjen Pengembangan Ekonomi Ekosistem Haji dan Umroh berharap Pemprov Jatim bisa memasok makanan untuk jemaah haji selama pelaksanaan ibadah Haji mendatang. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.