Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Dorong agar Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Kemenbud Dorong agar Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO Doc: Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JEPARA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan berupaya mendaftarkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan karya ukir Jepara tidak lagi sekedar kerajinan melainkan karya seni bernilai tinggi.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Sanggar Seni Ukir Kayu, Senenan, Jepara, Jawa Tengah. Tujuannya untuk meninjau langsung proses persiapan karya seni yang akan ditampilkan dalam Pameran Tatah 2026.

"Di sini kita bisa lihat karya-karya ukir Jepara mendapatkan apresiasi yang tinggi," ujar dia melalui keterangan pers, Minggu (16/11). Karena itu, Fadli menginginkan karya ukir Jepara benar-benar menjadi karya seni.

Menbud juga menekankan pentingnya hilirisasi agar karya ukir Jepara memasuki ranah seni rupa dengan nilai apresiasi besar. Salah satunya melalui Pameran Tatah 2026 sebagai momentum penampilan karya seni ukir yang mengedepankan nilai artistik.

Menurut dia, kegiatan dipersiapkan sebagai ajang eksebisi seni ukir, bukan sekadar pameran kerajinan. Selain mengedepankan standar artistik dan imajinasi, kurasinya pun akan mengedepankan nilai seni yang lebih tinggi.

"Ada karya yang dikerjakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebagai ekspresi seni luar biasa dari para pengrajinnya," ucap dia.

Menurut Fadli, ini yang harus terus didorong agar ukiran Jepara menjadi karya seni, bukan hanya produk kerajinan massal.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menyaksikan Pelatihan Seni Budaya Ukir Kayu Jepara bagi anak usia 10–12 tahun. Menurut dia, hal ini penting agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga dan terus berkembang melalui generasi baru.

"Pelatihan ini penting sekali dilakukan agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga," ujar dia.

Lestari berharap lahirnya generasi baru pengrajin dengan keterampilan dan pemahaman budaya yang mumpuni.

Kemenbud menegaskan dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni ukir Jepara sebagai salah satu kekuatan budaya bangsa. Seni ini mengandung nilai sejarah, artistik, dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan kebudayaan nasional.

Pameran Tatah 2026 diharapkan menjadi wadah strategis untuk menampilkan kualitas terbaik ukiran Jepara dalam konteks seni rupa. Ini sekaligus memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada publik nasional dan internasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Luar Negeri
Harga BBM Meroket, Prancis ...

Qatar Risaukan Konflik di Selat Bab al-Mandab

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Qatar Risaukan Konflik di S...
Daerah
Kota Bandung Gaungkan Seman...
Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.