Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Dorong agar Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

28 Minggu, 16 Nov 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Kemenbud Dorong agar Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO Kemenbud Dorong agar Seni Ukir Jepara Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO Doc: Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JEPARA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan berupaya mendaftarkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan karya ukir Jepara tidak lagi sekedar kerajinan melainkan karya seni bernilai tinggi.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Sanggar Seni Ukir Kayu, Senenan, Jepara, Jawa Tengah. Tujuannya untuk meninjau langsung proses persiapan karya seni yang akan ditampilkan dalam Pameran Tatah 2026.

"Di sini kita bisa lihat karya-karya ukir Jepara mendapatkan apresiasi yang tinggi," ujar dia melalui keterangan pers, Minggu (16/11). Karena itu, Fadli menginginkan karya ukir Jepara benar-benar menjadi karya seni.

Menbud juga menekankan pentingnya hilirisasi agar karya ukir Jepara memasuki ranah seni rupa dengan nilai apresiasi besar. Salah satunya melalui Pameran Tatah 2026 sebagai momentum penampilan karya seni ukir yang mengedepankan nilai artistik.

Menurut dia, kegiatan dipersiapkan sebagai ajang eksebisi seni ukir, bukan sekadar pameran kerajinan. Selain mengedepankan standar artistik dan imajinasi, kurasinya pun akan mengedepankan nilai seni yang lebih tinggi.

"Ada karya yang dikerjakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebagai ekspresi seni luar biasa dari para pengrajinnya," ucap dia.

Menurut Fadli, ini yang harus terus didorong agar ukiran Jepara menjadi karya seni, bukan hanya produk kerajinan massal.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menyaksikan Pelatihan Seni Budaya Ukir Kayu Jepara bagi anak usia 10–12 tahun. Menurut dia, hal ini penting agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga dan terus berkembang melalui generasi baru.

"Pelatihan ini penting sekali dilakukan agar tradisi ukir Jepara tetap terjaga," ujar dia.

Lestari berharap lahirnya generasi baru pengrajin dengan keterampilan dan pemahaman budaya yang mumpuni.

Kemenbud menegaskan dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni ukir Jepara sebagai salah satu kekuatan budaya bangsa. Seni ini mengandung nilai sejarah, artistik, dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan kebudayaan nasional.

Pameran Tatah 2026 diharapkan menjadi wadah strategis untuk menampilkan kualitas terbaik ukiran Jepara dalam konteks seni rupa. Ini sekaligus memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada publik nasional dan internasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
Restoran-restoran di Sardin...

Audiensi Menkomdigi-Kapolri

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Audiensi Menkomdigi-Kapolri
Nasional
52 Persen BUMN Bebani Keuan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.