Konsumsi Vitamin D3 Kurangi Serangan Jantung Kedua Hingga 50 Persen
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 07:38 WIB | Oleh: Haryo BronoPara peneliti mengacak pasien yang menjadi objek studi menjadi dua kelompok. Pertama mereka yang tidak menerima manajemen vitamin D3 oleh studi dan kedua mereka yang menerima perawatan vitamin D3 terarah.
Pada kelompok perawatan vitamin D, tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam darah mereka hingga lebih dari 40 nanogram per ml (ng/mL). Dari pasien serangan jantung yang terdaftar dalam studi, 85% memiliki kadar vitamin D3 yang tidak mencukupi (<40 ng/mL).
Dari mereka yang menerima pengobatan tertarget, lebih dari 50% membutuhkan dosis awal vitamin D3 sebesar 5.000 unit internasional (IU), sementara saran suplementasi saat ini biasanya berkisar antara 600 hingga 800 IU.
Bagi pasien dalam studi yang menerima pengobatan tertarget, kadar vitamin D dalam darah mereka diperiksa setahun sekali untuk menentukan apakah kadarnya di atas 40 ng/mL. Bagi pasien dengan kadar vitamin D yang lebih rendah, mereka diperiksa setiap tiga bulan dengan dosis yang disesuaikan, kemudian setiap tahun setelah mencapai 40 ng/mL.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti Intermountain kemudian mengamati pasien untuk melihat siapa yang mengalami kejadian jantung mayor (MACE) lanjutan, termasuk serangan jantung, rawat inap gagal jantung, stroke, atau kematian. Hasilnya dari 630 pasien yang terdaftar dalam uji klinis, 107 mengalami kejadian jantung mayor.
Para peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan dalam risiko MACE antar kelompok. Namun, mereka menemukan bahwa risiko serangan jantung lanjutan berkurang setengahnya pada pasien yang menerima manajemen vitamin D tertarget. Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah melakukan uji klinis yang lebih besar untuk memperkuat temuan ini.
“Kelompok studi yang lebih besar akan memungkinkan para peneliti untuk mengevaluasi secara memadai apakah manajemen vitamin D yang tepat sasaran mengurangi risiko pengembangan atau mengurangi risiko penyakit kardiovaskular lainnya,” kata Dr. May. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!