Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerataan Transportasi: KAI Mulai Bangun Jaringan Kereta di Luar Jawa 2026

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerataan Transportasi: KAI Mulai Bangun Jaringan Kereta di Luar Jawa 2026 Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Jalur kereta api di Indonesia.

BEIJING – Pengembangan layanan kereta api di luar Pulau Jawa memiliki arti strategis bagi pemerataan pembangunan nasional. Infrastruktur perkeretaapian di wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi berpotensi menjadi tulang punggung logistik dan mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah.

Dengan biaya angkut yang lebih efisien dibanding moda darat lainnya, kereta api dapat menurunkan harga barang dan memperlancar arus distribusi hasil pertanian, tambang, maupun industri. Selain itu, transportasi massal berbasis rel juga mendukung pengurangan emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Namun, keberhasilan pengembangannya bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam pembiayaan, perencanaan rute strategis, serta integrasi dengan pelabuhan dan kawasan industri.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasang target mengembangkan layanan kereta api di luar Pulau Jawa mulai 2026​​​​​​.

"Mau tidak mau kami harus mulai ekspansi itu di tahun 2026 dan tentunya Pak Presiden maunya dilaksanakan dan selesai dalam periode pertama beliau," kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Beijing, Rabu (12/11).

Sebelumnya saat peresmian Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto meminta PT KAI untuk menyelesaikan penambahan 30 titik perpanjangan rel dan rangkaian kereta baru dalam waktu maksimal satu tahun.

Presiden juga meminta ada pengembangan jalur kereta api di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pengembangan tersebut untuk pengangkutan barang logistik hasil bumi seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, nikel.

Kehadiran Bobby di Beijing adalah untuk ikut mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Jenderal Perkeretapian Allan Tandiono dan pejabat terkait lainnya ke Beijing, Qingdao dan kota lain di Tiongkok untuk bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan di Tiongkok termasuk dengan Menteri Transportasi Tiongkok.

"Di Tiongkok kami juga bicara mengenai 'financing' proyek yang sifatnya lebih ekspansi seperti misalnya di Kalimantan, dari 'green field' bagaimana kita membangun jaringan kereta di 'green field'," tambah Bobby.

"Green field" yang dimaksud Bobby adalah proyek kereta api yang baik perancangan maupun pembangunan jalurnya sepenuhnya baru, termasuk jembatan, terowongan, tanggul, dan galian yang diperlukan untuk membangun seluruh jalur rel, stasiun, sistem persinyalan, serta elektrifikasi.

Artinya, infrastruktur kereta tersebut baru dan benar-benar dibangun dari nol, tanpa mengambil atau memodifikasi jalur yang sudah ada.

Namun berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Proyek Strategis Nasional tertanggal 24 September 2025, terdapat satu proyek kereta di Kalimantan yaitu "Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur".

"Kemudian penambahan jaringan juga di Sumatera, peningkatan kapasitas juga di Sumatera. Kami juga akan modernisasi jaringan kita di Pulau Jawa, ekspansi juga yang ada di Sulawesi karena di Sulawesi itu harusnya sekitar 300 kilometer jalur kereta tapi yang baru terbangun itu 83 kilometer, jadi kami ingin bisa sampai ke Sulawesi Utara," jelas Bobby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

KCIC Sediakan Promo Tiket Whoosh HUT ke-81 RI

5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Sediakan Promo Tiket W...
Daerah
Bank Bandung Luncurkan “D...

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

6 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.