Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Accenture: Ambisi Besar, Kesiapan Rendah: Tantangan Adopsi AI di Asia Pasifik

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:23 WIB | Oleh:

AI telah memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan pengembangan karyawan. Sebanyak 57% responden menyatakan bahwa AI membantu mereka belajar dan meningkatkan keterampilan, sementara 51% merasa teknologi ini mendukung mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan berbasis data.

Untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan AI, 48% karyawan berharap mendapatkan lebih banyak waktu untuk bereksperimen dan belajar langsung, sementara 46% menginginkan pedoman perusahaan yang jelas tentang penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Tingkat kepercayaan terhadap organisasi di kawasan Asia Pasifik tergolong tinggi, di mana 82% karyawan percaya bahwa institusi mereka berkomitmen untuk membantu mereka tetap relevan di era AI, dan 82% merasa didukung untuk tumbuh dan beradaptasi di tengah perubahan cepat.

Namun, masih terdapat kesenjangan pemahaman, karena hanya 48% karyawan yang mengaku memiliki pemahaman yang cukup tentang potensi nilai yang dapat diciptakan oleh AI generatif.

Karyawan juga secara aktif mencari kesempatan belajar di luar tempat kerja untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka tentang AI. Sebanyak 57% mengikuti kursus atau tutorial online, sementara 52% lainnya memanfaatkan blog dan media sosial sebagai sumber pembelajaran tambahan.

Agentic AI, sistem yang dapat bertindak, mengambil keputusan, dan berkolaborasi dengan intervensi manusia yang minimal, semakin banyak diterapkan di berbagai tingkat organisasi, mulai dari jajaran pimpinan hingga karyawan. Sebanyak 83% pimpinan perusahaan percaya bahwa infrastruktur teknologi mereka sudah siap untuk mengadopsi agentic AI, sementara 82% menilai strategi pengelolaan talenta mereka dapat mendukung penerapan teknologi tersebut.

Investasi di teknologi ini juga semakin meningkat. Sebanyak 63% pimpinan perusahaan aktif berinvestasi dalam pengembangan agentic AI, dan 57% telah melakukan uji coba atau penerapan awal.

Sementara itu, hanya 45% karyawan yang rutin menggunakan AI agents. Meski demikian, tingkat penerimaan terhadap teknologi ini tergolong tinggi: 83% merasa nyaman mendelegasikan tugas kepada AI, 82% percaya AI dapat memberi mereka lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan yang kreatif dan strategis, 79% yakin AI akan bertindak selaras dengan tujuan organisasi, dan 74% merasa siap memimpin tim yang melibatkan AI sebagai rekan kerja aktif.

Jayant Bhargava, Country Managing Director, Accenture Indonesia, mengatakan Hasil riset Pulse of Change mencerminkan apa terjadi di Indonesia. Laju transformasi kini semakin cepat, didorong oleh kemajuan AI, otomatisasi, dan digitalisasi.

“Banyak organisasi masih terlalu berfokus pada penerapan teknologi tanpa sepenuhnya meningkatkan kemampuan talenta. Padahal, transformasi hanya akan terjadi ketika kemampuan manusia, seperti budaya, keterampilan, dan proses berkembang sejalan dengan inovasi,” ujar dia.

Ia menerangkan, Indonesia kini memasuki tahap penting dalam perjalanan adopsi AI. Dengan ekonomi digital yang dinamis, ekosistem startup yang berkembang pesat, serta dukungan kuat dari pemerintah melalui inisiatif seperti Strategi Nasional AI, Indonesia tengah membangun fondasi bagi pertumbuhan AI yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Untuk itu, dengan memanfaatkan potensi talenta muda dan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis untuk mendorong transformasi di berbagai sektor,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Rangkul Pu...

AS Amankan Kendali Penuh Militer di Greenland

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Amankan Kendali Penuh Mi...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.