Mampu Terbang Mengikuti Kontur Bumi, Kapal Selam Hangor Pakistan akan Dipersenjatai Rudal Hipersonik YJ-17 dari Tiongkok
📅 Senin, 10 Nov 2025, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPendekatan pembangunan dua negara ini memperkuat ekosistem industri pertahanan maritim Pakistan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan memperkuat peran Tiongkok sebagai mitra pertahanan utama Islamabad di Indo-Pasifik.
Pendekatan ini juga sejalan dengan strategi Tiongkok untuk membekali negara-negara mitra dengan sistem yang memperluas pengaruh Beijing atas jalur komunikasi laut strategis (SLOC), termasuk Laut Arab, Selat Malaka, dan perairan yang mengarah ke Teluk Persia.
Kapal selam kelas Hangor diadaptasi dari kapal selam Yuan Tipe 039A/B buatan Tiongkok, sebuah platform yang telah teruji secara operasional dan dikenal karena tanda akustiknya yang sangat rendah, sehingga memungkinkannya beroperasi di perairan dangkal dengan tingkat deteksi yang sangat sulit.
Dengan bobot benaman sekitar 2.800 ton, panjang lambung 76 meter, lebar 8,4 meter, dan draft 6,2 meter, kapal selam kelas Hangor dibangun dengan mempertimbangkan kemampuan bertahan hidup melalui struktur dua lapis dan penggunaan baja berkekuatan tinggi (kelas 921A dan 980) yang dapat mengurangi efek gelombang tekanan dari ledakan torpedo atau bom kedalaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu teknologi terpenting adalah sistem Air Independent Propulsion (AIP) berbasis mesin Stirling yang ditenagai oleh mesin CHD620 buatan Tiongkok, setelah mesin MTU Jerman tidak dapat diperoleh karena pembatasan ekspor.
AIP memungkinkan kapal selam untuk tetap terendam hingga 20 hari atau menempuh jarak 768 mil laut tanpa harus muncul ke permukaan, sehingga mengurangi risiko terdeteksi oleh pesawat anti-kapal selam (ASW) seperti P-8I Neptune milik India.
Kapal selam ini mencapai kecepatan 17 knot saat terendam dan 20 knot saat muncul ke permukaan, menjadikannya predator bawah air yang lincah dan mampu melakukan operasi pembatasan akses/penolakan area (A2/AD) terhadap armada musuh yang lebih besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tata letak awak memungkinkan 38 personel operasional dan delapan pasukan khusus, yang mencerminkan pentingnya operasi khusus yang diluncurkan dari kapal selam di perairan yang disengketakan atau pulau-pulau strategis.
Pembangunan kapal selam terus berjalan dengan stabil, dengan peluncuran PNS Hangor pada April 2024, PNS Shushuk pada Maret 2025, dan PNS Mangro pada Agustus 2025, diikuti oleh PNS Tasnim buatan Pakistan setelah pemotongan baja pada 2021 dan peletakan lunas pada 2022.
Pembangunan bertahap ini memastikan bahwa setiap kapal selam berikutnya menerima peningkatan berkelanjutan berdasarkan umpan balik dari pengujian operasional aktual.
Kapal selam kelas Hangor dilengkapi dengan enam tabung torpedo 533 mm yang mampu meluncurkan torpedo berat, rudal antikapal, dan rudal jelajah serang darat (LACM), menjadikannya platform serang bawah permukaan multiperan.
Pakistan saat ini mengoperasikan rudal antikapal YJ-82 dan rudal jelajah Babur buatan dalam negeri dengan jangkauan serang 450 km untuk operasi serang darat presisi tinggi.
Ada spekulasi bahwa Pakistan mungkin mengintegrasikan rudal jelajah Babur-III berkemampuan nuklir, yang akan memberi Islamabad kemampuan serangan kedua berbasis laut dan memperkuat triad nuklirnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!