Mampu Terbang Mengikuti Kontur Bumi, Kapal Selam Hangor Pakistan akan Dipersenjatai Rudal Hipersonik YJ-17 dari Tiongkok
📅 Senin, 10 Nov 2025, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNamun, perubahan paling signifikan dalam sistem persenjataan Pakistan di masa depan adalah laporan integrasi rudal hipersonik YJ-17 buatan Tiongkok, yang dapat mengubah kapal selam kelas Hangor dari platform konvensional menjadi salah satu kapal selam diesel-listrik pertama di dunia dengan kemampuan serangan hipersonik.
Langkah ini menempatkan Pakistan sejajar dengan negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat yang sedang mempelajari atau menerapkan penggunaan senjata hipersonik dari platform bawah permukaan.
Perkembangan ini sendiri merupakan lompatan teknologi yang bersejarah.
Rudal hipersonik YJ-17 Tiongkok merupakan inti dari program senjata antikapal dan serang darat generasi terbaru Tiongkok, bagian dari keluarga rudal Eagle Strike yang mencakup YJ-15, YJ-19, dan YJ-20, yang akan diluncurkan ke publik pada September 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
YJ-17 menggunakan wahana luncur hipersonik (HGV) boost-glide pada rangka rudal aerobalistik, yang memungkinkannya terbang tinggi sebelum turun dengan kecepatan hipersonik sambil melakukan manuver tak terduga untuk menghindari radar pertahanan kapal permukaan.
Kecepatan antara Mach 5 dan Mach 8—lebih dari 6.000 km/jam—dan jangkauan 400–746 km memungkinkannya untuk menyerang sekelompok kapal permukaan dari jarak jauh sekaligus mengurangi waktu reaksi musuh menjadi hanya beberapa detik.
Dengan panjang sekitar 6,7 meter, YJ-17 cukup ringkas untuk diluncurkan dari pesawat seperti J-15 dan juga dari kapal selam melalui tabung torpedo atau sistem peluncuran vertikal (VLS) generasi baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rudal ini mampu membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi atau hulu ledak penembus lapis baja yang dirancang untuk menghancurkan kapal perang, radar, infrastruktur berbenteng, dan dek kapal induk.
Dalam konteks maritim, YJ-17 masuk dalam kategori "pembunuh pesawat".
Kemampuannya untuk terbang rendah dalam mode sea-skimming atau mengikuti kontur bumi dalam mode serangan darat meningkatkan kemampuannya untuk menghindari intersepsi oleh sistem pertahanan seperti SM-6 AS, Barak-8 ER India, atau S-400 Rusia.
Dalam skenario serangan hipersonik, sistem pertahanan udara modern memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mencegat target yang masuk.
Fitur-fitur ini secara drastis mengubah lanskap peperangan laut di masa depan.
Integrasi YJ-17 ke dalam kapal selam kelas Hangor telah memaksa India untuk menilai kembali postur maritimnya di Laut Arab dan area choke-point strategis di mana kelompok kapal induknya sering beroperasi tanpa ancaman yang setara sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!