Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mampu Terbang Mengikuti Kontur Bumi, Kapal Selam Hangor Pakistan akan Dipersenjatai Rudal Hipersonik YJ-17 dari Tiongkok

📅 Senin, 10 Nov 2025, 00:01 WIB | Oleh:

Keberadaan satu kapal selam kelas Hangor yang dilengkapi rudal hipersonik saja sudah cukup untuk memaksa Angkatan Laut India meningkatkan pengerahan aset anti-kapal selam (ASW) seperti P-8I, MH-60R, korvet anti-kapal selam (ASW), dan fregat sonar derek untuk mencari platform yang jauh lebih senyap dan lebih sulit dideteksi dibandingkan generasi kapal selam Pakistan sebelumnya.

Jangkauan serangan yang diperluas dapat menempatkan aset-aset bernilai tinggi India seperti pelabuhan Mumbai, Okha, dan Kochi dalam jangkauan serangan hipersonik dari posisi kapal selam yang tidak terdeteksi.

Kombinasi Hangor-YJ-17 juga memperluas pengaruh maritim Pakistan ke wilayah-wilayah strategis seperti Selat Hormuz dan Teluk Oman, yang menangani 60 persen pengiriman minyak dunia.

Rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal selam memberi Pakistan kemampuan untuk mengganggu atau melindungi Jalur Komunikasi Laut (SLOC) tergantung pada kebutuhan strategis.

Kemampuan ini mencerminkan doktrin anti-intervensi Tiongkok, yang bertujuan untuk mencegah kehadiran angkatan laut negara adidaya melalui strategi A2/AD berlapis.

Penerapan teknik serupa oleh Pakistan menggarisbawahi pengaruh Beijing dalam membentuk kalkulasi pertahanan Islamabad.

Meskipun berpotensi mengubah permainan, mengintegrasikan rudal hipersonik ke dalam kapal selam konvensional menimbulkan tantangan teknis yang signifikan bagi Pakistan.

YJ-17 membutuhkan sistem kendali tembakan yang canggih, kemampuan panduan berbasis satelit, tautan data terenkripsi yang aman, dan integrasi jaringan intelijen waktu nyata dari platform udara, permukaan, dan luar angkasa.

Pakistan mungkin akan mengandalkan sistem Tiongkok seperti jaringan satelit BeiDou untuk mencapai kemampuan operasional awal.

Secara finansial, program kapal selam Hangor yang terdiri dari delapan unit telah menelan biaya sekitar USD 5 miliar (RM 24 miliar), sementara integrasi sistem hipersonik akan meningkatkan biaya pemeliharaan, pelatihan, dan dukungan teknis.

Dari perspektif geopolitik, upaya Pakistan untuk mengembangkan teknologi hipersonik dapat memicu tekanan sanksi internasional, serupa dengan masalah mesin MTU dan peralatan Agosta di masa lalu.

Faktanya, kemunculan teknologi tandingan seperti senjata energi terarah, meriam rel elektromagnetik, dan drone anti-kapal selam berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengurangi efektivitas senjata hipersonik dalam konflik di masa mendatang.

Namun, integrasi YJ-17 pada kapal selam kelas Hangor menempatkan Pakistan dalam kelompok kecil negara yang sedang menjajaki peperangan bawah permukaan hipersonik, menjadikan Islamabad bagian dari komunitas kekuatan angkatan laut yang sedang berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Nasional
Potensi Panas Bumi Jadi And...

OJK Dorong Akses Kredit UMKM Lebih Luas

12 menit yang lalu | Lukman

Nasional
OJK Dorong Akses Kredit UMK...
Luar Negeri
Gempa Dahsyat Kolombia, 164...
Luar Negeri
Gempa Dahsyat Guncang Kolom...

Ukraina Ungkap Russia Telah Gunakan Misil Korut

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Ukraina Ungkap Russia Telah...
Luar Negeri
Myanmar Tingkatkan Serangan...
Luar Negeri
NASA Gaet India demi Hidupk...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.