Berani Profesional! Adipati Dolken Ungkap Batasan Akting Mesra dengan Mawar De Jongh
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 02:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Abdu Faisal
JAKARTA - Aktor Adipati Dolken menegaskan profesionalisme sebagai batas utama saat menjalani adegan mesra dengan Mawar De Jongh dalam film What's Up with Secretary Kim?. Ia memastikan seluruh proses itu telah dikomunikasikan dengan sang istri, Canti Tachril, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di balik layar.
"Itu sudah tanggung jawab saya sebagai aktor. Istri saya sudah mengerti betul itu adalah pekerjaan, jadi ya tidak ada masalah," ujar Adipati saat ditemui di acara gala perdana film "What's Up with Secretary Kim?" di Jakarta, Kamis.
Adipati menambahkan, "Apa yang harus kami lakukan, kami sudah saling mengerti. Itu harus profesional."
Dalam film terbarunya itu, Adipati berperan sebagai Rendra Prakasa, seorang pejabat eksekutif perusahaan yang karismatik, dan Mawar De Jongh sebagai Kimberly Laksono, sekretaris kompeten dan sangat disiplin.
Perkembangan hubungan mereka, dari profesional menjadi pribadi, menuntut adanya adegan ciuman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adipati memastikan komunikasi mengenai tuntutan peran itu selalu terbuka dengan istrinya Canti Tachril, yang dinikahinya pada Desember 2020.
Batasan akting dan kehidupan nyata juga dijaga ketat agar tidak menimbulkan salah paham.
Kolaborasi di film "What's Up with Secretary Kim?" bukan pertemuan pertama Adipati dan Mawar di satu layar.
Kerja sama pertama mereka adalah sebagai pasangan suami istri di film "Teman Tapi Menikah 2" (2020). Kemampuan mereka membawakan peran rumah tangga membuat duo ini kembali dipertemukan dalam proyek-proyek berikutnya.
Proyek kedua mereka mengambil genre yang ekstrem berbeda, yaitu film horor "Para Betina Pengikut Iblis" (2023).
Walaupun peran mereka tidak melibatkan hubungan romantis, keberhasilan mereka berpindah genre dari komedi drama ke horor menegaskan fleksibilitas akting keduanya.
Kini, melalui "What's Up with Secretary Kim?", mereka kembali ke genre komedi romantis di bawah arahan sutradara yang sama.
Pengalaman kerja yang berulang ini dipermudah oleh chemistry mereka yang sudah terbangun sebelumnya. Film itu juga diproduksi oleh Falcon Pictures.
Selain konteks peran, Adipati juga menyampaikan pesan utama dari film tersebut kepada penonton, yaitu tentang keberanian mengungkapkan perasaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!