Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkomdigi Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi dengan Bijaksana

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi dengan Bijaksana  Doc: Komdigi/Hafid Ahmad Tri Hawaari
Ket. Menkomdigi Meutya

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengajak generasi muda Indonesia menggunakan teknologi dengan bijaksana yakni berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan etika.

Meutya mengakui, kecepatan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, kemajuan teknologi tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga arah moral dalam proses digitalisasi.

“Saya ingin mengingatkan tentang nilai-nilai, dan saya rasa Bali menjadi tempat yang paling tepat untuk menyampaikan ini. Ketika teknologi secanggih dan secepat kecerdasan artifisial hadir, kita harus menjaga agar tidak kehilangan arah moral,” kata Meutya saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-99 Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Nusa Dua, Bali, Senin (03/11).

Meutya menilai, Bali memiliki tradisi dan budaya saling menghormati. Hal ini, menjadi simbol penting bahwa teknologi harus berjalan bersama etika.

“Teknologi harus kita jalankan dengan berempati dan beretika. Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan menjadi penguasa atas manusia,” ucap Meutya.

Kemudian, Meutya menegaskan, manusia tetap harus berada di posisi memimpin di tengah perkembangan teknologi. Jangan sampai, manusia dikendalikan oleh perkembangan sistem teknologi.

“Karena teknologinya pintar, maka kita juga harus lebih pintar. Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri. Tidak berhenti belajar, beradaptasi, dan berinovasi,” ujar Meutya.

Meutya juga menyampaikan bahwa perkembangan transformasi digital membawa peluang besar bagi Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai lebih dari USD 90 miliar.

"Diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada tahun 2030. Potensi sebesar itu hanya bisa terwujud kalau anak muda terlibat aktif," kata Meutya.

Mengutip laporan World Economic Forum, pada 2030 diperkirakan akan lahir 170 juta pekerjaan baru. Sementara, 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan otomatisasi.

“Akan ada pekerjaan yang hilang, iya. Tapi ada lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta. Jangan takut pada AI. Kita harus adaptif dan mampu membaca peluang,” kata Meutya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.