Lewat Acara Trex World: The Little Explorer, Anak-Anak Diarahkan Suka Membaca Buku
📅 Sabtu, 31 Jan 2026, 17:57 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Zaki Alatas / Koran Jakarta
JAKARTA – Di tengah gempuran era digital yang membuat minat baca anak menurun, sebuah kolaborasi strategis dalam dunia literasi dan edukasi sains hadir di Jakarta. Untuk itu Trubus Niaga, bersama PT Trex World Press dan PNSO (Peking Natural Science-Art Organization), dengan bangga mempersembahkan acara "Trex World: The Little Explorer".
Bertempat di Aula PDS HB Jassin, Perpustakaan Cikini lantai 4 acara ini menggabungkan edukasi paleontologi dengan aktivitas fisik yang menyenangkan. Acara ini digagas untuk menjawab tantangan orang tua milenial dalam menyeimbangkan gadget dengan buku fisik, serta memperkenalkan sains sejak dini melalui pendekatan yang akurat namun menghibur.
Sinergi Sains dan Imajinasi Kehadiran PNSO sebagai penggagas acara memberikan jaminan kualitas konten edukasi yang disampaikan. Dikenal dengan detail ilmiah yang presisi, kolaborasi ini memastikan anak-anak tidak hanya melihat gambar dinosaurus, tetapi mempelajari fakta kehidupan, habitat, dan keunikan mereka dari sumber yang kredibel.
"Trex World: The Little Explorer bukan sekadar peluncuran buku, melainkan sebuah 'Ruang Belajar Hidup'. Kami mengajak anak-anak menyeimbangkan ROAR (aktivitas fisik) dan READ (literasi), ditemani referensi visual terbaik dari PNSO dan Trex World Press," ujar Manager Penerbit Trex World Press, Eko Martanto di Jakarta, Sabtu (31/1).
Puncak acara ini adalah peluncuran buku nsiklopedia Dinosaurus, Ensiklopedia Pterosaurus, Hiu dan Kerabatnya, serta Rahasia Si Wilson Tyrannosaurus Rex. Untuk menghidupkan isi buku tersebut, berbagai aktivitas interaktif telah disiapkan seperti The Great Library Hunt: Tantangan mencari jejak (scavenger hunt) di mana anak-anak menjadi penjelajah yang harus memecahkan misi di berbagai pos.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu tales from Jurassic: Sesi mendongeng (storytelling) interaktif menggunakan properti boneka tangan yang dipandu profesional. Dan ada Creative Jurassic Competition: Lomba mewarnai dan menggambar untuk mengasah imajinasi spasial anak.
Eko juga menjelaskan acara ini digagas untuk menjawab tantangan orang tua milenial dalam menyeimbangkan gadget dengan buku fisik, serta memperkenalkan sains sejak dini melalui pendekatan yang akurat namun menghibur.
Dia mengatakan, literasi di era digital seiring dengan perkembangan teknologi memang tidak terelakkan. Namun, kebiasaan membaca buku cetak tetap dinilai lebih efektif dibandingkan membaca melalui handphone.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau ngomong perkembangan waktu, perkembangan digital itu pasti cepet banget tapi budaya membaca kembali lagi sebaiknya memang harus dengan buku cetak supaya anak-anak tidak membaca melalui gadget,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!