Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gibran Janjikan 24 Rumah Sakit Baru di Papua, Warga Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 19:26 WIB | Oleh:
Gibran Janjikan 24 Rumah Sakit Baru di Papua, Warga Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kiri) saat rapat bersama BP3OKP dan KEP2OKP di Gedung Keuangan Negara Manokwari, Selasa (4/11).

MANOKWARI - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengumumkan rencana pembangunan 24 rumah sakit baru di Tanah Papua sesuai RPJMN 2025–2029. Fasilitas kesehatan modern ini diharapkan memungkinkan warga Papua mendapatkan layanan medis lengkap tanpa harus dirujuk ke Sulawesi atau Jawa.

Pembangunan fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan dan pemerataan akses bagi masyarakat di enam provinsi se-Tanah Papua.

"Dalam RPJMN 2025-2029 ada 24 rumah sakit yang nanti akan dibangun oleh pemerintah di wilayah Papua," kata Wapres Gibran saat rapat di Gedung Keuangan Negara Manokwari, Papua Barat, Selasa.

Wapres menyebut pembangunan rumah sakit baru tersebut nantinya dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, antara lain layanan mamografi, CT-scan, cath lab, MRI, serta ketersediaan dokter spesialis.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga warga Papua tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di Sulawesi maupun Jawa.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua. Supaya ke depannya, tidak ada lagi masyarakat Papua harus jalani perawatan ke luar," ucap Wapres Gibran.

Wapres berharap pembentukan dua lembaga khusus berdampak positif terhadap upaya pemerintah dalam merealisasikan berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Kedua lembaga yang dimaksud yaitu Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEP2OKP).

"Sekarang sudah ada dua lembaga. Saya minta ada akselerasi pembangunan dua kali lipat," ujarnya.

Menurut dia, pemerataan pembangunan di Tanah Papua perlu dilakukan konsisten dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Pemerintah pusat membutuhkan data akurat dari pemerintah daerah, kata dia,  agar perencanaan program, pengalokasian anggaran, dan pelaksanaan pembangunan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat

"Pembangunan di wilayah Papua tidak bisa hanya satu tahun atau dua tahun, tapi berkelanjutan," ucap Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.