Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampung Internet Dongkrak Potensi Pariwisata Desa Jeruk Manis Lombok

📅 Senin, 27 Apr 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Kampung Internet Dongkrak Potensi Pariwisata Desa Jeruk Manis Lombok Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Rumah makan hidangan tradisional Lombok yang merupakan salah satu fasilitas dari tempat penginapan Rahma Elmas Homestay di Desa Jeruk Manis, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Rahma Elmas Homestay menjadi salah satu tempat penginapan di Desa Jeruk Manis yang digunakan wisatawan mancanegara saat berwisata ke desa tersebut.

JAKARTA - Desa Jeruk Manis di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi wisata alam yang besar.

Terletak di kaki Gunung Rinjani, desa yang dihuni 2.500 warga itu menawarkan berbagai objek wisata alam menarik, sebut saja Air Terjun Jeruk Manis, Air Terjun Tibu Bunter, dan Air Terjun Durian Indah, hamparan sawah bertingkat, kawasan Monkey Forest, dan suasana perdesaan yang masih asri.

Beragam potensi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati alam, sekaligus kehidupan tradisional masyarakat desa.

Namun, besarnya potensi itu sempat terbentur oleh kendala akses internet yang belum stabil. Keterbatasan jaringan membuat promosi wisata sulit dilakukan dan wisatawan pun belum banyak melirik kawasan tersebut.

Delapan bulan yang lalu Desa Jeruk Manis menerima bantuan jaringan internet, melalui Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Program tersebut hadir sebagai upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan jaringan konektivitas, hingga ke pelosok desa.

Program tersebut terbukti mendorong pertumbuhan pariwisata dari kawasan yang kesulitan mendapat akses internet stabil menjadi tujuan wisata yang semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin mengatakan kehadiran akses internet membawa perubahan besar bagi masyarakat.

Dia mengingat jelas, sebelum menerima dukungan dari Program Kampung Internet, desa tersebut, bahkan masih mengalami keterbatasan jaringan telepon sehingga aktivitas warga dan pelayanan pemerintahan berjalan kurang optimal.

“Dulunya itu, jangankan akses internet, jaringan telepon saja kami masih susah di sini. Tapi dengan adanya program ini (Kampung Internet), masyarakat kami dan juga dari pemerintah desa itu bisa berkegiatan lebih maksimal,” kata Nasipudin.

Kendala yang sama juga terasa pada sektor pariwisata di desa itu. Sebelum mendapat jaringan internet stabil, wisatawan yang datang umumnya hanya singgah sebentar untuk berkunjung ke objek wisata, sedangkan dampak ekonomi lebih banyak dirasakan desa tetangga yang banyak menyediakan layanan tempat penginapan.

Setelah Program Kampung Internet berjalan, sekitar 70 titik akses internet tersebar di empat dusun di desa tersebut. Layanan itu dimanfaatkan masyarakat, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pengelola penginapan.

Akses internet menjadi fasilitas penting bagi wisatawan, terutama tamu mancanegara yang datang berwisata sambil bekerja jarak jauh. Karena itu, penginapan perlu menyediakan jaringan internet yang memadai agar menarik, sekaligus memberi kenyamanan bagi pengunjung.

Warga Desa Jeruk Manis sendiri mulai mendirikan usaha penginapan sejak 2023. Saat ini terdapat sekitar 50 penginapan yang tersebar di desa itu. Sejak konektivitas internet membaik, tingkat hunian meningkat tajam, bahkan pada musim sepi tetap ada tamu yang datang.

“Saya ambil contoh di tempat saya, mungkin dulu yang menginap itu lima orang, enam orang dalam satu bulan. Sekarang yang menginap bisa sampai hampir satu bulan penuh. Kan berarti sangat jauh peningkatannya,” ujar Nasipudin yang juga membuka usaha tempat penginapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.