Gubernur DKI: Proyek JSDP Penting untuk Atasi Limbah di Jakarta
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 15:22 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Reza Pratama Putra
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Kamis (30/10) melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 Pluit di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan proyek strategis yang bertujuan menyediakan jaringan pipa air limbah terpusat dan terintegrasi di Ibu Kota.
Proyek ini dimulai sejak 2023. Untuk Zona 1 ditargetkan selesai pada 2027 dan akan melayani sekitar 220 ribu rumah tangga atau sekitar satu juta penduduk. Sedangkan pembangunan di Zona 0 yakni di Setiabudi sudah rampung dikerjakan.
"Sebenarnya proyek ini proyek yang sangat-sangat strategis. Sebagai kota global, kota inklusif, kota untuk ke depan, maka penanganan air limbah itu harus diatur dengan baik," ujar Gubernur Pramono.
Menurut Gubernur Pramono, proyek ini diperlukan bagi warga Jakarta untuk mengelola permasalahan limbah secara baik. Nantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan pemerintah pusat akan mengatur layanan air bersih dan limbah secara bersamaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia meyakini pengaturan layanan air bersih dan limbah secara bersamaan akan memudahkan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.
"Ke depan, saya akan mengatur nanti bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk pengaturan air bersih dan limbah ini diatur secara bersamaan, menjadi di-bundling," kata dia.
Gubernur Pramono menyadari, pengerjaan proyek ini akan berdampak terhadap kemacetan lalu lintas. Namun ia menjelaskan bahwa pekerjaan proyek JSDP ini sebagian besar dilakukan di bawah tanah, bahkan hingga kedalaman 20 hingga 30 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Proyek ini berkaitan dengan kemacetan adalah hal yang tidak bisa dihindarkan. Tetapi karena pentingnya proyek ini harus dilakukan dan harus disiapkan di Jakarta sebagai kota masa depan, maka tetap harus dilakukan," jelas dia.
Karena itu, ia mendorong agar komunikasi dengan masyarakat terkait proses pengerjaan proyek harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Selain itu, Pemprov DKI juga akan tetap melakukan rekayasa lalu lintas agar berjalan lancar.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Dewi Chomistriana, menambahkan bahwa proyek JSDP sangat penting untuk kesehatan masyarakat karena bertujuan memisahkan air limbah dengan saluran air bersih, sekaligus mengurangi masalah pencemaran tanah.
"Ini sangat penting untuk Jakarta, untuk warga Jakarta. Dan proyek zona satu ini baru melayani 7,8 persen dari total penduduk DKI Jakarta," ungkap dia.
Sekadar diketahui, area pelayanan JSDP zona 1 mencakup sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang seluas 4.901 hektare. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) JSDP zona 1 terletak di area sebelah Barat Laut Waduk Pluit. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!