Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan Jadikan Kapuas sebagai Pendongkrak Swasembada Pangan

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Kementan Jadikan Kapuas sebagai Pendongkrak Swasembada Pangan Doc: Kementan
Ket. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat) Tedy Dirhamsyah

DADAHUP - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memenuhi target terwujudnya swasembada pangan nasional, khususnya beras. Hal ini pun segera ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajarannya.

Mentan menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya petani.

"Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional," ujar Amran dalam berbagai kesempatan.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh Kementan mulai dari meningkatkan produktivitas dengan inovasi benih unggul, penggunaan teknologi, optimalisasi lahan (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), pembentukan brigade pangan (BP) hingga pelibatan mahasiswa Polbangtan dan PEPI melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam upaya percepatan pengolahan lahan.

Salah satu lokasi yang memiliki Potensi lahan sawah potensial dalam mencapai swasembada pangan nasional adalah Kapuas, Kalimantan Tengah, khususnya di Dadahup.

Saat ini tercatat luas lahan ekstensifikasi cetak sawah tahun 2024 di Dadahup berdasarkan hasil review seluas 3.275,6 dengan potensi lahan siap tanam seluas 1.727 ha dan di tahun 2025 luas lahan hasil land clearing (LC) land laveling (LL) 1.830,56 dengan luas lahan siap tanam 55,6 ha.

Terkait BP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan Program Brigade Pangan (BP) merupakan program Kementan yang bertujuan mengajak generasi muda turut berperan dalam mewujudkan swasembada pangan dengan mengelola lahan secara optimal dan mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi modern.

“Brigade Pangan adalah strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global,” ucap Idha Widi Arsanti.

Untuk wilayah Dadahup saat ini telah terbentuk 24 BP.

Ditemui di sela-sela kegiatannya Kepala BPP Kecamatan Dadahup, Arpani, menjelaskan dirinya dengan penyuluh pertanian lainnya siap untuk mendukung percepatan tanam BP melalui pendamping teknis dan managerial, sosialisasi dan literasi, koordinasi dan fasilitasi, dan motivasi dan penggerak.

Sebagai penanggungjawab kegiatan swasembada pangan di Kabupaten Kapuas, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat) Tedy Dirhamsyah tak hentinya melakukan koordinasi, pendampingan, dan evaluasi untuk mencapai target produksi pangan. Senin (27/10/2015) Kapuslat meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat Blok B2 yang dikelola oleh Brigade Pangan Rembug Pemuda.

“Blok Dadahup yang terdiri dari 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Dadahup dan Kapuas Murung dmemiliki total lahan potensi pertanian +- 22.000-an ha, sangat berpotensi untuk pengembangan padi lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut. Lokasi Blok Dadahup di apit 2 Sungai Besar yaitu Barito dan Mangkatip, sehingga dari sumber air sangat mencukupi bahkan berlebih.

“Saat ini infrastruktur baik jalan maupun irigasi sudah cukup memadai, tinggal menyempurnakan agar pengaturan air bisa dikendalikan terutama di saluran-saluran tersier dan sekitar lahan Sawah baik lama maupun baru dicetak. Bila pengendalian air bisa ditangani, maka Blok Dadahup akan menjadi pusat produksi Padi di Kalimantan Tengah bahkan Kalimantan,” tutur Tedy.

Beliau pun mengungkapkan bilaada lahan sawah yang dikelola dengan baik dan optimal seluas 10.000 ha x produksi 5 Ton GKP, maka akan menghasilkan 50.000 Ton GKP dengan nilai uang harga HPP 6.500/kg didapat nilai ekonomi Rp 325 Milyar sekali musim tanam, atau bila IP 2 nilainya Rp 650 Milyar. Tentunya ini akan menjadi daerah pertumbuhan baru di Kapuas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.