IHSG Hari Ini Terpeleset, Rencana Penyesuaian Free Float MSCI Jadi Biang Ketidakpastian Baru di Bursa
📅 Senin, 27 Okt 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring rencana penyesuaian free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu aksi jual investor asing.
Penyesuaian ini dinilai berpotensi mengubah bobot saham-saham Indonesia dalam indeks global, sehingga memengaruhi aliran dana portofolio ke pasar domestik.
Tekanan jual tersebut mencerminkan sensitivitas pasar terhadap faktor eksternal dan menunjukkan pentingnya stabilitas fundamental untuk menjaga daya tarik investasi di tengah dinamika pasar global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10) sore ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke posisi 8.117,15 seiring pelaku pasar merespon MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang berencana melakukan penyesuaian metodologi perhitungan free float khusus untuk konstituen saham Indonesia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,57 poin atau 0,43 persen ke posisi 824,53.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kebijakan ini akan berdampak terhadap bobot saham Indonesia dalam indeks Emerging Markets MSCI,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, MSCI berencana melakukan penyesuaian metodologi perhitungan free float khusus untuk konstituen saham Indonesia, dengan masukan dibuka hingga 31 Desember 2025 dan hasil diumumkan paling lambat 30 Januari 2026. Apabila disetujui, perubahan ini akan diterapkan pada review Mei 2026.
Selain itu, MSCI juga akan menerapkan pembulatan baru mulai Mei 2026, dengan aturan berbeda tergantung besarnya free float, di antaranya 25 persen dibulatkan ke 2,5 persen terdekat, 5-25 persen dibulatkan ke 0,5 persen terdekat, serta di bawah 5 persen dibulatkan ke 0,5 persen terdekat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, pada pekan ini, fokus perhatian pelaku pasar tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Rabu (29/10), yang menurut konsensus akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi pada kisaran 3,75-4 persen.
Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga dari Europan Central Bank (ECB), Bank of Japan (BoJ), serta Bank of Canada.
Selain itu, pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan yang dijadwalkan pada Kamis (30/10/2025).
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang menguat sebesar 3,86 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 3,77 persen dan 3,70 persen.
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun sebesar 0,61 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!