Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkeu Fasilitasi Pemda Susun RAP Tambahan Dana Bagi Hasil Migas Otsus 2026

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 07:48 WIB | Oleh:
Kemenkeu Fasilitasi Pemda Susun RAP Tambahan Dana Bagi Hasil Migas Otsus 2026 Doc: antara foto
Ket. Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Papua Barat Moch Abdul Kobir di Manokwari, Papua Barat, Kamis (23/10).

MANOKWARI - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memfasilitasi pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menyusun rencana anggaran program (RAP) tambahan dana bagi hasil minyak dan gas (DBH migas) otonomi khusus (otsus) tahun 2026.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Papua Barat Moch Abdul Kobir di Manokwari, Papua Barat, Kamis (23/10), mengatakan kegiatan tersebut untuk mempercepat kesiapan dokumen syarat penyaluran untuk tahun 2026.

"Fasilitasi dilakukan melalui lokakarya strategi penyusunan RAP tambahan DBH migas otsus yang digelar 15-16 Oktober 2025, di Kota Sorong, Papua Barat Daya," kata Kobir.

Kementerian Keuangan, kata dia, berupaya agar pemerintah daerah dapat melakukan penyusunan dokumen RAP tambahan DBH migas otsus tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang telah diprasyaratkan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dengan pendampingan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

"Dokumen ini menjadi prasyarat penting agar dana dapat tersalur tanpa hambatan," ujar Kobir.

Dalam lokakarya, kata dia, Tim DBH Sumber Daya Alam (SDA) DJPK memaparkan mekanisme penyaluran tambahan DBH migas otsus, jenis dokumen yang harus disiapkan, serta teknis penyusunan RAP tahun 2026.

Kemudian, asistensi dan evaluasi kendala, seperti keterbatasan perangkat daerah membagi bidang kegiatan, serta belum sinkronnya jenis kegiatan antara aplikasi SIKD otsus dengan sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).

"Kami ingin memastikan dana ini dikelola dengan baik, beri manfaat nyata bagi pembangunan, dan tidak lagi terhambat karena persoalan administratif," katanya.

Secara umum, kata dia, pemerintah daerah berkomitmen menyusun RAP tambahan DBH migas otsus 2026 lebih awal sebelum penetapan APBD, meningkatkan tata kelola perencanaan, penggunaan, dan penyaluran dana.

Hasil lokakarya juga merekomendasikan penguatan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi ketidaksinkronan sistem perencanaan antar aplikasi.

"Langkah-langkah perbaikan yang dirumuskan dari lokakarya diharapkan jadi dasar perbaikan tata kelola tambahan DBH migas otsus agar penyaluran tahun 2026 bisa lebih cepat," ucapnya.

Ia menyebut hingga awal Oktober 2025 masih terdapat sejumlah pemerintah daerah di Papua Barat maupun Papua Barat Daya yang belum merampungkan dokumen RAP tambahan DBH migas otsus.

Hal itu berdampak terhadap rendahnya kinerja penyerapan anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat, dan berpotensi menimbulkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) di akhir tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Uang Masuk dari Sektor Parkir Naik 300 Persen Berkat Aplikasi

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Uang Masuk dari Sektor Park...

Teknologi AI Harus Digenggam Kaum Muda

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Teknologi AI Harus Digengga...
Nasional
Kaum Muda Didorong untuk Be...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.