Hilirisasi Tahap II Digulirkan, Sektor Energi Jadi Fokus Utama
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim PenulisCILACAP – Program hilirisasi nasional merupakan strategi kunci untuk menggeser struktur ekonomi Indonesia dari berbasis komoditas mentah menuju produk bernilai tambah tinggi.
Dengan mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri—seperti mineral, batu bara, hingga hasil perkebunan—pemerintah berupaya meningkatkan nilai ekspor, memperkuat industri manufaktur, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Dari sisi ekonomi, hilirisasi mampu memperdalam rantai pasok domestik dan mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas global.
Kebijakan seperti pembatasan ekspor bahan mentah dan pemberian insentif investasi menjadi instrumen utama untuk menarik pelaku industri masuk ke sektor pengolahan.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan energi, serta kepastian regulasi yang konsisten.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, tantangan yang muncul mencakup kebutuhan pembiayaan besar, risiko dampak lingkungan, serta potensi ketegangan dagang dengan negara mitra.
Oleh karena itu, keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh keberanian kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan integrasi dalam rantai pasok global.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menyatakan pelaksanaan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), dia mengatakan program hilirisasi yang kini memasuki fase kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dimulai pada 6 Februari 2026.
“Program ini merupakan fase kedua, di mana fase pertama telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari mandat yang diberikan kepada kami,” katanya.
Dia mengatakan pelaksanaan groundbreaking untuk proyek-proyek tersebut dilakukan secara serentak sebagai langkah percepatan pembangunan industri berbasis nilai tambah.
Menurut dia, proyek hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengolahan sumber daya alam, juga memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.
“Dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu,” katanya.
Dia merinci proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi dan mineral, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi impor LPG.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!