Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Simulasi Iklim Ungkap Misteri Perjalanan Awal Manusia di Sahul

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 07:28 WIB | Oleh:
Simulasi Iklim Ungkap Misteri Perjalanan Awal Manusia di Sahul Doc: AFP/Torsten BLACKWOOD
Ket. Tetua Aborigin Budgeoli, Max Eulo, melakukan upacara pengasapan “Selamat Datang di Negara” di Pulau Goat, atau Me-Mel dalam dialek lokal—yang berarti: mata (ular pelangi)—di Pelabuhan Sydney. Ini adalah pertama kalinya dalam 200 tahun suku Aborigin kembali ke pulau itu—yang pernah menjadi rumah bagi 273 dari 36.000 narapidana Australia pada awal abad.

PENELITIAN sebelumnya menyebutkan orang melintas Sahul daratan yang kini memisahkan Australia dengan Papua Nugini.  Dengan menggunakan pemodelan medan yang dinamis telah membantu lebih memahami bagaimana manusia pertama kali melintasi Benua Sahul yaitu antara 35.000 dan 70.000 tahun yang lalu.

Penelitian baru yang dipimpin oleh Universitas Sydney menawarkan pemahaman baru tentang pola migrasi Penduduk Asli Australia dan Nugini, serta tempat tinggal mereka selama 40.000 tahun setelah kedatangan manusia di benua itu.

Dengan menggunakan model dinamis yang memetakan perubahan lanskap, para peneliti telah memberikan deskripsi yang lebih realistis tentang wilayah yang dihuni oleh manusia pertama yang melintasi Sahul, daratan yang menggabungkan wilayah yang sekarang menjadi Australia, Tasmania, dan Nugini.

Dipimpin oleh Associate Professor Tristan Salles dari School of Geosciences di Universitas Sydney, model penelitian ini memperhitungkan evolusi lanskap, yang didorong oleh iklim, selama masa penyebaran manusia. Ini merupakan pendekatan baru; studi sebelumnya tentang pola migrasi sangat bergantung pada temuan arkeologi.

“Salah satu aspek yang terabaikan ketika mengevaluasi bagaimana manusia menyebar di seluruh benua adalah evolusi permukaan Bumi yang terjadi seiring migrasi manusia,” ujar Associate Professor Salles, pada laman The University of Sydney yang dipublikasikan pada Mei 2024. “Namun, bentang alam dan bentuk lahan tertanam kuat dalam budaya Aborigin,” tambahnya.

Manusia pertama kali menginjakkan kaki di Sahul sekitar 75.000 tahun yang lalu. Tim peneliti menggunakan model evolusi bentang alam yang telah mapan yang merinci evolusi iklim dari 75.000 hingga 35.000 tahun yang lalu. Model ini menawarkan perspektif baru tentang medan dan lingkungan yang dihuni oleh komunitas pemburu-pengumpul pertama saat mereka melintasi Sahul.

Para peneliti menjalankan ribuan simulasi untuk menggambarkan kemungkinan rute migrasi yang berasal dari dua titik masuk ke Sahul: rute utara melalui Papua Barat dan rute selatan dari paparan Laut Timor.

Hasil mereka konsisten dengan temuan sebelumnya, yang memprediksi kemungkinan tinggi pendudukan manusia di situs arkeologi yang sudah ikonik seperti: Gua Ngarrabullgan (di Queensland Utara), tempat perlindungan batu Puritjarra (Australia Tengah), dan Gua Riwi serta tempat perlindungan batu Carpenter’s Gap 1 di Kimberley (Australia Barat).

Hasil menunjukkan kecepatan migrasi antara 360 meter dan 1,15 kilometer per tahun, tergantung pada titik masuk dan waktu kedatangan. Mereka juga menunjukkan bahwa pemukim manusia akan tersebar di seluruh pedalaman benua di sepanjang koridor sungai di kedua sisi Danau Carpenteria. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Menkes: Satu Sehat Integras...
Ekonomi
Dibayangi "Profit Taking", ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.350/...
Daerah
Cegah Puso, BMKG Ingatkan P...
Ekonomi
Investor Masih “Wait and ...

BPBD: Tangsel Alami Krisis Air Bersih

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
BPBD: Tangsel Alami Krisis ...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.