Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Puso, BMKG Ingatkan Petani Tak Tanam Padi Selama Kemarau 

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Puso, BMKG Ingatkan Petani Tak Tanam Padi Selama Kemarau  Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Petani di Desa Batubetumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PANGKALPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau petani tidak melakukan penanaman padi guna mencegah gagal panen total atau puso sebagai dampak musim kemarau yang lebih kering dan panjang di daerah itu.

"Kami sarankan petani untuk menanam tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang banyak selama musim kemarau ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi di Pangkalpinang, Selasa (11/8).

Ia menyatakan BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan menyosialisasikan musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang kepada petani, guna mengantisipasi gagal panen karena lahan pertanian mengalami kekeringan.

"Kami tidak menyarankan petani untuk menanam tanaman padi dan diganti dengan tanaman yang lebih jauh tepat dan bagus tumbuhnya di daerah kering," ujarnya.

Menurut dia, apabila petani memaksakan menanam padi selama musim kemarau ini, maka dikuatirkan petani akan mengalami gagal panen dan menimbulkan kerugian yang besar.

"Banyak tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang besar, seperti jagung, kacang-kacangan dan lainnya, sehingga lahan pertanian tersebut tetap produktif selama musim kemarau ini," ujarnya.

Ia mengatakan puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada September 2026 dan berakhir pada awal 2027, kisaran Januari hingga Februari tahun depan, sebagai dampak fenomena El Nino di daerah ini.

"Saat ini beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan dan beberapa kabupaten sudah melakukan tindakan, seperti menyalurkan air bersih. Misalnya, BPBD Kota Pangkalpinang telah menyediakan air bersih kepada masyarakat yang sudah mengalami kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...

Penerbangan dari Surabaya ke Jakarta dan Bandung Kembali Normal

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Penerbangan dari Surabaya k...
Nasional
BNPB: 1.730 Bencana Melanda...
Megapolitan
TPA Galuga Ditutup Sementar...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.