Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Kreatif di Asean Membutuhkan Dukungan Internet Cepat

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 19:33 WIB | Oleh:
Ekonomi Kreatif di Asean Membutuhkan Dukungan Internet Cepat Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Perajin menata produk kriya bertema wayang di Galeri Diajeng Maya, Buring, Malang, Jawa Timur, Selasa (21/10).

JAKARTA - Survei yang diadakan British Council dan Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia "Persepsi Regional ASEAN Pertama mengenai Ekonomi Kreatif" menunjukkan internet cepat menjadi salah satu hal yang dibutuhkan pelaku ekraf di kawasan tersebut.

Direktur Kesenian untuk Asia Timur British Council Manami Yuasa saat pertemuan di Jakarta, Rabu (22/10), mengatakan survei yang melibatkan 4.000 responden di 10 negara ASEAN itu memperlihatkan beberapa tantangan perkembangan industri ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara.

Ketika membicarakan tantangan ekonomi kreatif, sebanyak 49 persen mengatakan perlunya akses internet berkecepatan tinggi untuk mendukung industri ekonomi di ASEAN. Selain itu, 50 persen responden menyebut tantangan memasarkan produk kreatif karena kurangnya koordinasi dan dukungan korporasi di tingkat regional.

Manami menjelaskan 47 persen responden mengatakan bahwa ekonomi kreatif berjalan, namun, masih ada keterbatasan. Selain itu, 53 persen menyampaikan ada hambatan untuk bisa mendapatkan produk kreatif dan layanan yang ditawarkan.

Negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina, berdasarkan survei itu, berupaya untuk mengatasi hambatan dengan memproduksi produk yang unggul dan kreatif.

“Ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi ASEAN dan manfaat yang bisa didapat bagi para komunitas,” kata Manami.

Data dari pemerintah, institusi, akademisi dan organisasi seluruh ASEAN menyatakan sebanyak 53 persen pemain kreatif memiliki latar belakang pendidikan formal, sementara 43 persennya menerima dukungan dan kesempatan berupa pelatihan dari pemerintah maupun perusahaan nirlaba.

Dalam pengembangan industri kreatif 9 persen responden mengakui perlunya registrasi bisnis menjadi aspek pendukung, dengan 54 persen setuju budaya menjadi dasar pembuatan produk kreatif.

Dari studi, para pemangku kepentingan di kawasan ASEAN diajak untuk memahami bagaimana situasi ekonomi kreatif berjalan di kawasan dan mengeliminasi hambatan dalam mewujudkan ekonomi kreatif penyumbang pendapatan negara. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Jaringan Kereta Api Belanda...
Luar Negeri
DPR AS Tolak Resolusi Pemak...
Megapolitan
Trantib Kota Tangerang Tert...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Korban Pungli Diganti Dua Kali Lipat
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.