Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Regenerasi Petani Mendesak, Minat Generasi Muda ke Sektor Pertanian Masih Rendah.

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 10:28 WIB | Oleh:
Regenerasi Petani Mendesak, Minat Generasi Muda ke Sektor Pertanian Masih Rendah. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman sampaikan kurangnya minat generasi muda dalam bertani di Kabupaten Kutai Timur.

Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa daerah itu perlu mengupayakan regenerasi petani di tengah target pemerintah daerah memperluas lahan pertanian tanaman pangan hingga 20 ribu hektare.

“Ternyata ada tantangan lain, yakni tenaga petani yang tidak ada. Generasi muda atau anak-anak muda yang berminat ke sektor pertanian masih sangat sedikit,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Selasa (15/9).

Dia mengatakan keterbatasan jumlah petani, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan sektor pertanian.

Pemerintah tidak hanya membutuhkan lahan untuk mencapai target tersebut, tetapi juga tenaga kerja yang mampu mengelola dan mengembangkan kawasan pertanian.

“Kami sedang berupaya keras mencari dan menumbuhkan minat petani-petani baru demi mendukung keberlanjutan sektor pertanian ini, supaya mereka melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi dan dapat menjadi sumber penghidupan," katanya.

Ia mengatakan mayoritas petani yang masih aktif saat ini berasal dari kelompok yang telah lama bekerja di sektor pertanian. Sementara minat generasi muda untuk meneruskan profesi tersebut dinilai masih rendah.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian Kutim. Sebab, perluasan lahan tanpa diimbangi regenerasi petani berpotensi membuat lahan yang tersedia tidak dikelola secara optimal.

Di sisi lain, Pemkab Kutim terus melakukan pendataan terhadap wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian baru. Dari target pengembangan 20 ribu hektare padi sawah, sekitar 7.000 hektare telah masuk dalam proses pendataan.

Lebih dari 5.000 hektare di antaranya merupakan lahan yang sudah tersedia atau memiliki potensi untuk segera dikelola.

Pemkab juga membuka peluang pemanfaatan kawasan potensial yang masih berada dalam wilayah kehutanan. Namun, pemanfaatan akan ditempuh melalui prosedur dan perizinan sesuai ketentuan pemerintah pusat.

“Jika ada kawasan potensial yang masuk dalam wilayah kehutanan, selagi bisa kita perjuangkan perizinan melalui Kementerian Kehutanan, tentu akan kita lakukan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Upaya Mengurangi Residu Kar...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.