Kimpul Pupuler di Medsos! Angkat Nilai Gastronomi Indonesia, Jadi Tren Menarik Gen Z
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 05:51 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Kementerian Pariwisata menilai bahwa penggunaan kimpul atau yang akrab dikenal sebagai talas Belitung sebagai bahan pengganti pangan yang belakangan viral di media sosial telah mengangkat kekayaan gastronomi Indonesia.
“Tren pariwisata itu sedang mengarah pada semakin lokal, akan semakin istimewa. Semakin ada di sekitar kita, semakin di cari. Bagi kalangan milenial itu sudah biasa, tapi mungkin bagi gen Z kimpul itu jadi sebuah tren yang menarik,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy di Jakarta, Selasa (15/9).
Made menyampaikan penggunaan kimpul sebagai salah satu pangan yang dapat dikonsumsi dalam cara yang sehat dan menarik, akan mengundang orang lain untuk mencoba cita rasa dari bahan tersebut hingga mengeksplorasi cita rasanya untuk dikombinasikan menjadi hidangan unik.
Di sisi lain, berbagai menu yang dibuat menggunakan talas akan mengangkat nilai dari bahan tersebut.
Dia juga menilai bahwa adanya kemajuan teknologi dan media sosial pada masa kini sangat bermanfaat bagi sektor pariwisata dalam mempromosikan suatu daya tarik bangsa baik dari segi kuliner, atraksi maupun kekayaan alam dan budaya.
Sebuah upaya yang sedang Kementerian Pariwisata lakukan untuk mengangkat bahan-bahan pangan lokal Indonesia lagar ebih dikenal oleh dunia adalah dengan menyelenggarakan “Wonderful Indonesia Gastronomy 2026” yang mengangkat soal kearifan lokal, tradisi serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
Ketua Indonesia Gastronomy Network (IGN) Vita Datau menambahkan bahwa semakin dikenalnya talas Belitung itu di jagat media sosial akan memperkaya edukasi masyarakat dunia mengenai keberagaman pangan Indonesia.

Sumber Grafis: Antara
Berbagai hidangan yang diciptakan merupakan bukti menarik dari meningkatnya kesadaran akan makanan sehat menggunakan panganan lokal.
“Indonesia itu harus mengklaim dirinya sebagai negara yang mempunyai aset gastronomi terkaya, salah satunya adalah kimpul. Dan jangan lupa ada hal lain seperti sagu atau segala macam di seluruh Nusantara,” kata Vita.
Menurut Vita, kemajuan teknologi sudah sangat membantu untuk mempromosikan berbagai bahan pangan lokal suatu daerah. Namun, hal yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bersama pihaknya dapat memajukan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dari produk yang diperkenalkan pada pasar secara luas.
Ekosistem yang dibangun, katanya, harus bisa memberikan keuntungan pada tiap pelaku yang terlibat dalam rantai produksi secara berkelanjutan.
Sebuah akun dengan nama pengguna @black.sheep8208 menarik pengguna lain di media sosial TikTok usai membagikan berbagai variasi menu yang menggunakan kimpul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!