Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Negara Maju, OJK Dorong Pelaporan Penipuan Keuangan Maksimal 10 Menit!

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 18:52 WIB | Oleh: Tim Penulis

Friderica mengungkapkan bahwa modus penipuan keuangan yang paling banyak digunakan penipu yakni melalui transaksi belanja atau jual-beli online, dan korban terbanyak adalah perempuan, termasuk ibu-ibu.

Selain itu, modus penipuan lainnya yang marak meliputi penipuan mengaku pihak lain (fake call), investasi palsu, penawaran kerja, hadiah palsu, dan penipuan melalui media sosial.

Ia turut mengingatkan agar perempuan tidak terjebak utang konsumtif akibat fenomena seperti YOLO (you only live once), FOMO (fear of missing out), dan FOPO (fear of other people’s opinion). Perilaku ini bisa berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana, sehingga literasi keuangan menjadi sangat penting.

OJK sendiri berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan menempatkan perempuan sebagai salah satu dari 10 segmen prioritas, selain anak-anak, pelajar, mahasiswa, disabilitas, dan kelompok lainnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan perlindungan lebih luas, sehingga masyarakat mampu membuat keputusan keuangan yang lebih aman dan cerdas.

Friderica menekankan bahwa meskipun para scammer terus berinovasi sehingga aliran uang sulit dilacak, masyarakat sebaiknya mengingat prinsip sederhana untuk mencegah scam yaitu “dua L” atau “legal” dan “logis”.

Masyarakat harus memastikan setiap tawaran investasi atau produk keuangan yang diterima memiliki legalitas yang jelas. Legalitas tawaran dapat diverifikasi melalui Kontak OJK di nomor telepon 157, layanan gratis yang tersedia 24 jam sehari.

Selain itu, produk keuangan yang ditawarkan juga harus logis, artinya realistis dan wajar, serta tidak terlalu menjanjikan keuntungan yang berlebihan. Prinsip ini penting untuk menghindari penipuan yang menggiurkan namun tidak masuk akal.

Apabila masyarakat terlanjur mengalami scam, pelaporan harus dilakukan secepat mungkin kepada IASC dengan mengisi formulir laporan melalui website iasc.ojk.go.id atau menghubungi Layanan Konsumen OJK di Kontak 157.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.