Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Daya Saing Industri, Sektor IKFT Capai Pertumbuhan Hingga 6,70 Persen

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 23:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Daya Saing Industri, Sektor IKFT Capai Pertumbuhan Hingga 6,70 Persen Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA-Sektor industri pengolahan nonmigas semakin menunjukkan perannya dalam menopang kinerja ekspor nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2025, sektor ini telah menyumbang 72,55 persen dari total ekspor Indonesia, dengan nilai ekspor sebesar 13,22 miliar dollar AS.

"Capaian ini telah menunjukkan industri pengolahan nonmigas memiliki peran strategis dalam menjaga kinerja ekspor sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (4/10).

Pada Agustus 2025 ekspor industri pengolahan nonmigas telah naik 7,91 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2025, nilai ekspor telah mencapai 104,43 miliar dollar AS dan menyumbang 71,32 persen terhadap total ekspor nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,70 persen secara tahunan (yoy) dan menunjukkan kontribusinya sebagai salah satu motor penggerak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Sri Bimo Pratomo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil nyata dari penguatan struktur industri dalam negeri, peningkatan kinerja ekspor, serta dukungan kebijakan yang konsisten.

“Sektor IKFT telah berkontribusi sebesar 3,82 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, hal ini menunjukkan peran strategis sektor ini sebagai motor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Bimo.

Kinerja positif sektor IKFT didukung oleh beberapa subsektor yang tumbuh secara signifikan, seperti Industri Bahan Galian Non Logam yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,07 persen pada triwulan II tahun 2025. Angka ini menunjukan lonjakan besar dibandingkan triwulan sebelumnya, di mana subsektor ini sempat mengalami penurunan sebesar 1,68 persen di triwulan I tahun 2025.

Lebih lanjut, subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional turut mencatat lonjakan pertumbuhan yang signifikan, hingga mencapai 9,39 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2025 yang hanya sebesar 3,68 persen, maupun 4,47 persen pada triwulan IV tahun 2024. Kinerja positif juga terlihat pada industri kulit, barang kulit, dan alas kaki yang naik menjadi 8,31 persen dari yang sebelumnya 6,95 persen pada triwulan I 2025.

Capaian positif sektor IKFT turut ditopang oleh kinerja sektor unggulan. Berdasarkan data terbaru BPS, ekspor alas kaki (HS 64) sepanjang Januari - Agustus 2025 mencapai 5,16 miliar dollar AS tumbuh 11,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 4,61 miliar dollar AS. Ekspor tekstil dan produk tekstil (HS 50-63) juga mencatat kenaikan 0,24 persen menjadi 8,01 miliar dollar AS dari sebelumnya 7,98 miliar dollar AS. Secara total, ekspor gabungan alas kaki dan TPT menembus 13,17 miliar dollar AS, naik 4,51 persen dibanding capaian tahun lalu mencapai 12,59 miliar dollar AS. Selain itu, produk kimia (HS 38) juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai ekspor mencapai 6,12 miliar dollar AS

Kinerja ini selaras dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode September 2025 yang menunjukkan industri manufaktur masih berada dalam zona ekspansi dengan nilai mencapai 53,02 poin. Berdasarkan hasil IKI selama tiga bulan terakhir, seluruh subsektor IKFT konsisten menunjukan fase pertumbuhan yang positif.

Kemenperin terus berkomitmen dalam mendorong pengembangan dan penguatan industri melalui berbagai kebijakan strategis. Adapun bagi sektor IKFT, langkah yang ditempuh meliputi peningkatan ekspor, menjaga serta menjamin ketersedian bahan baku dan energi bagi industri dalam negeri, serta mendorong peningkatan utilisasi kapasitas produksi.

Demi menjaga momentum pertumbuhan ini, Direktorat Jenderal IKFT Kemenperin mendorong kebijakan hilirisasi, khususnya pada industri kimia berbasis minyak dan gas serta sektor bahan galian bukan logam. Selain itu, penguatan basis ekspor pada komoditas andalan seperti tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki juga menjadi prioritas.“Tindakan strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Bimo.

Substitusi Impor

Sebagai penutup, Menteri Perindustrian kembali menekankan bahwa langkah strategis yang ditempuh berupa kebijakan hilirisasi dan subtitusi impor guna mencapai peningkatan nilai tambah dan kemandirian industri nasional. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah tidak hanya memperluas basis ekspor, namun juga memperkuat ketahanan pasokan bahan baku dalam negeri. Komitmen ini turut diiringi dengan kerja sama internasional sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas serta menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investasi pada sektor industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenhub Buka Rute Penerbangan Jakarta–Muara Bungo

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenhub Buka Rute Penerban...
Megapolitan
Pertemuan Bilateral, Singap...
Ekonomi
PT KAI Layani 7,88 Juta Pel...
Daerah
PT KAI Catat Kereta Api Sum...
Luar Negeri
Trump Mengatakan Pembicaraa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.