Siapa Pembuat Alat Batu Berusia 1,48 Juta Tahun yang Ditemukan di Sulawesi?
📅 Selasa, 30 Sep 2025, 07:53 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Foto: BRIN
KABAR terbaru tentang dunia arkeologi di Indonesia datang dari Sulawesi. Penggalian oleh para arkeologi di Pulau Sulawesi, telah menemukan tujuh alat batu yang berasal dari setidaknya 1,04 juta tahun yang lalu, dan kemungkinan hingga 1,48 juta tahun yang lalu.
Penemuan inovatif yang dipublikasikan di jurnal Nature, merupakan bukti tertua hunian hominin di kepulauan Wallacea. Temuan ini menunjukkan bahwa kerabat manusia yang tidak diketahui mampu melakukan penyeberangan samudra jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Namun demikian identitas para pembuat alat kuno ini tetap menjadi salah satu misteri arkeologi yang paling menarik. Oleh karenanya diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hominin apa sebagai pembuatnya.
Tujuh artefak batu rijang tersebut digali antara tahun 2019 dan 2022 di Calio, yang terletak di sebuah ladang jagung di Sulawesi Selatan. Alat-alat sederhana namun canggih ini dibuat menggunakan teknik pukul palu keras. Para pembuat alat kuno memukul kerikil yang lebih besar dari dasar sungai terdekat untuk menciptakan serpihan tajam yang cocok untuk tugas pemotongan dan pengikisan.
Profesor Adam Brumm dari Pusat Penelitian Evolusi Manusia Australia di Griffith University, yang turut memimpin tim peneliti internasional ini, menggambarkan artefak-artefak tersebut sebagai “serpihan batu sederhana bermata tajam yang mungkin berguna sebagai alat pemotong dan pengikis serbaguna.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkakas-perkakas tersebut menunjukkan pengetahuan teknis yang luar biasa meskipun penampilannya sederhana. Bukti menunjukkan bahwa proses reduksi dua tahap terkadang digunakan, di mana serpihan-serpihan besar direduksi lebih lanjut menjadi perkakas yang lebih kecil dan lebih mudah ditangani.
Beberapa artefak bahkan menunjukkan adanya retouching - pemangkasan tepi yang disengaja untuk meningkatkan ketajaman. Tingkat kecanggihan ini menunjukkan bahwa para pembuat perkakas memiliki pemahaman yang mendalam tentang mekanika fraktur dengan pendekatan pragmatis dan “upaya minimal” dalam pembuatan perkakas.
Tim peneliti menggunakan beberapa metode penanggalan canggih untuk menentukan usia artefak. Penanggalan paleomagnetik lapisan batu pasir yang mengandung perkakas, dikombinasikan dengan penanggalan seri uranium dan resonansi spin elektron dari fosil gigi babi yang ditemukan di samping artefak, mengonfirmasi usia minimum 1,04 juta tahun. Usia maksimum potensial 1,48 juta tahun menempatkan perkakas ini di antara bukti paling awal aktivitas hominin di luar daratan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Garis waktu ini sesuai dengan keberadaan Homo erectus di pulau tetangga, Jawa, tempat fosil-fosil yang berasal dari sekitar 1,6 juta tahun lalu telah ditemukan. Namun, catatan fosil Sulawesi masih sangat tidak lengkap, dengan sisa-sisa manusia tertua yang diketahui sebelumnya adalah fragmen rahang atas Homo sapiens modern yang berasal dari hanya 25.000-16.000 tahun lalu.
Tantangan Penyeberangan
Wallacea
Penemuan ini secara fundamental menantang pemahaman kita tentang kemampuan maritim manusia purba. Sulawesi terletak di dalam Wallacea, sebuah kepulauan luas yang terletak di antara paparan benua Asia dan Australia. Kepulauan ini dalam sejarahnya tidak pernah menyatu dengan benua Asia tidak seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, yang disebut sebagai Sundaland.
Bahkan selama periode permukaan laut terendah, untuk mencapai Sulawesi akan membutuhkan penyeberangan bentangan laut terbuka yang signifikan sebuah prestasi yang menunjukkan kemampuan pelayaran yang luar biasa di antara kerabat manusia purba ini.
Waktu pendudukan ini mungkin mendahului keberadaan hominin di pulau-pulau Wallacea lainnya, termasuk Luzon di utara dan bahkan mungkin Flores di selatan, tempat Homo floresiensis (“hobbit” yang terkenal) tinggal. Hal ini menunjukkan bahwa Sulawesi mungkin telah menjadi batu loncatan penting dalam penyebaran manusia purba di seluruh gugusan pulau di Asia Tenggara.
Identitas Misterius
Para Pembuat Alat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!