Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Raksasa Hutan Tropis, Indonesia-Brasil Bersatu Atasi Perubahan Iklim

📅 Senin, 20 Okt 2025, 22:07 WIB | Oleh:
Dua Raksasa Hutan Tropis, Indonesia-Brasil Bersatu Atasi Perubahan Iklim Doc: AFP/Carl de Souza

JAKARTA - Indonesia dan Brasil menegaskan pentingnya inisiatif TFFF sebagai skema pembiayaan inovatif guna menjaga kelestarian hutan tropis yang berperan besar dalam stabilitas iklim global dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dalam siaran pers UNDP Indonesia di Jakarta, Senin, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemlu RI Ida Bagus Made Bimantara mengatakan bahwa “Tropical Forest Forever Facility” (TFFF) menghadirkan kerangka kerja pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan pendanaan iklim.

“Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Bimantara.

Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemlu RI itu menyampaikan hal tersebut dalam lokakarya regional tentang TFFF bersama negara-negara anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan di Jakarta pada Senin yang diadakan oleh pemerintah Brasil dan UNDP Indonesia.

Lokakarya tersebut merupakan tahapan penting untuk memperkuat kerja sama multilateral dan membangun momentum jelang peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belem, Brasil, pada 6 November 2025.

Sementara itu, Duta Besar Brasil untuk ASEAN Henrique Ferraro menyampaikan bahwa inisiatif TFFF selaras dengan aspirasi ASEAN untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif menuju masa depan emisi karbon netral.

Ferraro mengatakan bahwa di sela-sela Sidang Umum PBB bulan lalu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengumumkan bahwa Brasil akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,5 triliun) untuk TFFF.

“Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Brasil, baik sebagai penerima manfaat maupun negara donor yang berinvestasi dalam TFFF,” ujar Ferraro.

Selain itu, Perwakilan Tetap UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menyampaikan bahwa TFFF merupakan contoh nyata bagaimana negara-negara di kawasan Global South merancang solusi yang dapat menjawab tantangan bersama mereka.

“Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk kerangka inovatif ini agar pendanaan iklim dan kehutanan dikelola secara transparan, menjangkau masyarakat lokal, serta mendorong pembangunan manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Olivella.

Dia pun menyatakan bahwa UNDP siap mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan agar mekanisme tersebut dapat bermanfaat dengan baik bagi manusia dan planet.

Diprakarsai Brasil dan dirancang bersama negara-negara tropis serta lima negara sponsor dengan dukungan masyarakat sipil, masyarakat adat, dan sektor swasta, TFFF menjadi mekanisme pembiayaan inovatif yang memberikan insentif bagi negara-negara tropis dalam menjaga dan melestarikan hutan.

Negara-negara tropis itu adalah Indonesia, Malaysia, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, dan Ghana, serta lima negara sponsor yaitu Prancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Mekanisme tersebut akan memberikan insentif jangka panjang dan berkesinambungan bagi negara-negara yang memiliki hutan tropis, memastikan sumber daya yang signifikan menjangkau mereka yang melindungi dan memulihkan hutan di lapangan, terutama masyarakat adat dan komunitas lokal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Asosiasi Ojol Tolak Status ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.