Keracunan MBG, Pengamat Sentil DKI: Evaluasi Program Gizi Gratis Jangan Ditutup-Tutupi!
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harusnya jadi solusi gizi malah bikin polemik usai kasus keracunan mencuat di banyak daerah.
Evaluasi pun tak bisa ditunda lagi—karena kalau anak-anak terus dijadikan “kelinci percobaan” program, di mana letak jaminan keamanannya?
Langkah evaluasi ini jadi ujian serius, apakah MBG bisa benar-benar menyehatkan atau justru jadi bumerang bagi penerimanya.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio meminta pemerintah provinsi DKI terbuka soal evaluasi Program MBG imbas kasus keracunan untuk menjamin keamanan penyelenggaraan program tersebut.
"Evaluasi atas program strategis ini sudah seharusnya dilakukan karena kasus keracunan sudah semakin masif," kata Hendri di Jakarta, Sabtu (27/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Hendri, rencana pemerintah untuk mengevaluasi pengelolaan dan pelaksanaan MBG merupakan langkah tepat.
Ia menekankan bahwa evaluasi harus menyeluruh dan mencakup aspek distribusi hingga pengawasan di lapangan.
"Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Jika ada celah dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, dia menegaskan bahwa MBG sebagai program unggulan pemerintah memiliki dampak besar terhadap kepercayaan publik.
Karena itu, ia meminta agar evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan komunikasi publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
“Dalam komunikasi politik, kepercayaan publik adalah modal utama. Gagal mengomunikasikan penanganan isu ini dengan baik dapat merusak legitimasi pemerintah di mata masyarakat,” katanya.
Karena itu, ditekankan bahwa hasil evaluasi harus transparan kepada masyarakat dan presiden sebagai penanggung jawab kebijakan, tanpa ada yang ditutupi agar kepercayaan publik terjaga.
Pemerintah perlu membuka ruang bagi masukan publik untuk memperbaiki pelaksanaan MBG.
“Transparansi itu tujuannya agar masyarakat bisa memberikan masukan yang konstruktif, baik dari sisi teknis maupun pengawasan di lapangan. Ini akan memperkuat akuntabilitas program," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!