Infantino Makin Tertekan, UEFA, AFC dan CONCACAF Desak Investigasi Independen
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraZURICH — Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin besar. UEFA, AFC, dan CONCACAF menerbitkan surat terbuka pada Senin (10/8) waktu setempat yang secara tajam mempertanyakan kepemimpinan Infantino serta cara FIFA menangani rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
Ketiga konfederasi tersebut memang tidak secara langsung menyerukan pengunduran diri Infantino. Namun, isi surat memperlihatkan retaknya hubungan dengan pemimpin badan sepak bola dunia itu.
Mereka menilai Infantino telah merusak kepercayaan melalui apa yang mereka sebut sebagai tindakan “penipuan” serta menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan kolektif keluarga sepak bola.
“Sepak bola mendapatkan kekuatannya dari persatuan,” demikian isi surat terbuka tersebut.
“Kami menyerukan agar persatuan itu dihormati sekarang, dengan kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan berusaha menguasainya.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling keras terhadap Infantino sejak ia memimpin FIFA.
Persoalan bermula dari rencana FIFA membentuk struktur bisnis baru untuk mengelola hak komersial Piala Dunia dan kemudian menjual sekitar 20 persen kepemilikannya kepada investor swasta.
Langkah itu diperkirakan dapat menghasilkan dana sekitar 4,2 miliar dollar AS. Namun, proposal tersebut memicu penolakan dari sejumlah konfederasi karena dianggap tidak melalui proses konsultasi yang memadai.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Akan tetapi, pembatalan itu tidak menghentikan polemik. Sebaliknya, konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih besar mengenai transparansi dan tata kelola FIFA.
Desak Penyelidikan Independen
UEFA, AFC, dan CONCACAF kini meminta dilakukan peninjauan independen terhadap seluruh proses yang melahirkan proposal tersebut.
Mereka menegaskan FIFA tidak boleh memiliki peran dalam investigasi tersebut. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana keputusan yang mereka nilai sebagai “kegagalan penilaian yang sangat mendalam” bisa terjadi.
“Ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kepentingan kolektif yang telah memberinya kewenangan, kewajiban tersebut telah ditinggalkan,” tulis ketiga konfederasi.
Mereka juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah persoalan mempertahankan kekuasaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!